Dari : Situs Alfi

Minggu, 20 Desember 2015

Tugas 5 Softskill Psikologi Manajemen Desain Program Pelatihan


Nama: Rizka Septa Anugrah
Kelas : 3PA10
NPM: 17513902




DESAIN PROGRAM PELATIHAN

Perusahaan PT. Komputer Abadi
-       Deskripsi => Perusahaan ini merupakan perusahaan besar, perusahaan ini tidak membuat suatu barang namun mendistribusikan sistem dan part-part komputer dari berbagai merek atau brand terkenal dari luar negeri. Perusahaan ini menjual berbagai perlengkapan yang berhubungan dengan komputer, seperti software, hardware, Personal Komputer, Notebook terbaru, Accessories, dan perlengkapan server untuk sebuah komputer.

-       Contoh pekerjaan:  Sales Marketing

-       Tujuan : untuk meningkatkan skill-skill tertentu pada
sales seperti berkomunikasi dengan baik dan benar kepada pelanggan

memberi pengetahuan lebih kepada sales tentang barang dan part-part tiap komputer agar pelanggan dan pihak perusahaan tidak ada yang dirugikan

memberikan inspirasi kepada sales tentang pekerjaannya

memberikan pengetahuan tentang alat-alat yang di pakai saat bekerja seperti laptop dan komputer

memberi motivasi kepada sales agar moral dan semangatnya naik sehingga lebih giat dalam melakukan pekerjaan

agar sales menjadi lebih berpengalaman dan bekerja secara profesional pada bidangnya









-       Materi:
Jam
Materi Praktik
Metode Role Play
08.00-09.00
Perencanaan training

09.00-10.30
Strategi perusahaan dalam mengembangkan nilai SDM pada sales marketing

10.30-12.00
Penjelasan Training berdasarkan komptensi

12.00-13.30
(jam makan siang)


13.30-15.00
Strategi sales dan marketing
-       Simulasi dalam proses marketing
-       Simulasi dalam proses melakukan sales
15.00-16.00
(istirahat)


16.00-17.30
Evaluasi training serta pemberian motivasi kepada karyawan-karyawan yang melakukan training


-       Metode:                     Metode Training
 


                                    Tradisional                                 



Metode Presentasi          Hands-on Metode    Group Building
                                                                 

  1.   Pembelajaran (lecturing)     1. Simulasi       1. Team training
Praktek        2. Adventure
Learning
  2.   Audiovisual Training

Senin, 07 Desember 2015

Tugas 4 Softskill Psikologi manajemen Rangkuman

Nama: Rizka Septa Anugrah
Kelas: 3PA10
NPM: 17513902


FUNGSI PERENCANAAN & PENGORGANISASIAN

Seleksi merupakan calon tenaga kerja dinilai sejauh mana mereka memiliki ciri-ciri yang disyaratkan

Seleksi memiliki proses diatanaranya yaitu:
1.   Pencarian tenaga kerja
2.   Seleksi surat lamaran
3.   Wawancara awal
4.   Ujian psikotes wawancara
5.   Penilaian akhir
6.   Pemberitahuan dan wawancara akhir
7.   penerimaan

Adapun dalam munandar (2001) menjelakskan bahwa penempatan adalah suatu rekomendasi atau keputusan untuk mendistribusikan para calon tenaga kerja pada pekerjaan yg berbeda-beda berdasarkan suatu dugaan tentang kemungkinan dari calon untuk berhasil pada pekerjaan.

Pelatihan adalah proses pembelajaran untuk meningkatkan kinerja karyawan

Pengembangan merupakan pembelajaran tenaga kerja untuk meningkatkan keahlian yang di fokuskan untuk jangka panjang dan digunakan untuk kepentingan perusahaan

Tujuan pelatihan dan pengembangan secara umum merupakan meningkatkan produktivitas, meningkatkan mutu, meningkatkan ketetapan, dalam perencanaan SDM, yang itu semua di perlukan oleh perusahaan untuk menunjang perubahan yang ada di dalam persaingan pekerjaan.




Rabu, 04 November 2015

Tugas 3 Psikologi Manajemen Analisis Kasus

Nama: Rizka Septa Anugrah
Kelas: 3PA10
NPM:17513902

Kasus PIO
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepercayaan publik menjadi modal kuat bagi korporasi untuk bisa menjalankan bisnisnya. Coca-Cola dan Sinar Mas adalah contoh perusahaan yang tengah menghadapi tantangan berat dalam membangun kepercayaan publik di tengah maraknya tudingan miring atas kerusakan lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan dari bisnisnya.

Atul Singh, Direktur Coca-Cola Asia Pasifik, mengakui prospek bisnis minuman ringan di dunia tak secerah dulu dengan munculnya kebijakan sejumlah negara yang memperketat penjualan minuman. Contohnya proyek Anti-Obesitas di Inggris, yang diyakini Singh bakal berdampak negatif terhadap bisnis Coca-Cola.

"Coca-Cola adalah penjual minuman ringan terbesar di dunia, tapi pada saat yang bersamaan karyawan kami akan berkurang sekitar 2 ribu orang pada tahun depan dengan adanya proyek anti Coca-Cola," jelas Singh dalam sesi diskusi World Economic Forum (WEF) bertajuk 'Trust or Bust' di Jakarta, Senin (20/4). 

Tantangan lain yang dihadapi Coca-Cola, lanjut Singh adalah terkait pemanfaatan sumber daya air yang kerap mendapat tentangan di sejumlah negara. Singh mengklaim Coca-Cola selama ini lebih banyak mengembalikan air ke tanah dibandingkan dengan volume air yang dikonsumsi untuk produksi minuman soda. 

"Pada 2020 kami berkomitmen untuk menetralkan penggunaan air dengan pemanfaatan air hujan," tuturnya. 

Dia menambahkan Coca-Cola menjadi produsen minuman ringan terbesar di dunia tidak terlepas dari tingginya kepercayaan publik internasional terhadap produk minuman sodanya. Kepercayaan tersebut dibangun dengan aktif menjalin kemitraan dengan masyarakat dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan di sekitar lokasi pabrik Coca-Cola. 

"Kami juga punya komitmen global untuk memberdayakan lima juta perempuan pada 2020," tuturnya. 



Analis Kasus

Dari berita diatas saya menangkap bahwa Coca-cola memiliki suatu masalah dimana ada banyak proyek yang akan menentang perusahaan minuman ringan terbesar di dunia tersebut, dengan adanya proyek anti coca-cola tesebut menyebabkan coca-cola kehilangan dua ribu pegawai.

Munculnya proyek tersebut dikarenakan kurang adanya kepercayaan publik pada produk yang di miliki oleh coca-cola. Juga beberapa peraturan yang ada di suatu daerah seperti, contoh diatas telah dikatakan di inggris sudah adanya proyek anti-obesitas.

Dengan adanya proyek anti-obesitas ini bisa dilihat sejumlah orang di Inggris akan mengurangi makan dan minuman yang membuat mereka bisa menjadi obesitas, tentunya pada perusahaan coca-cola ini pasti memiliki dampak yang cukup besar dengan berkurangnya konsumen.


Mungkin intervensi yang bisa dilakukan oleh coca-cola adalah dengan membuat suatu produk yang meyakinkan bahwa produk tersebut terpercaya dan aman untuk digunakan kepada publik, seperti contoh sebelumnya coca-cola pernah membuat produk minuman ringan yang bernama zero sugar. Produk tersebut bisa di promosikan kembali atau diperbaharui dengan begitu akan tetap atau bahkan menambah jumlah konsumen setiap harinya. 

Tugas 2 Psikologi Manajemen Job Desk

Nama: Rizka Septa Anugrah
Kelas: 3PA10
NPM: 17513902 

JOB DESK
Adalah uraian suatu jabatan atau pekerjaan tentang gambaran bagaimana suatu jabatan atau pekerjaan itu melakukan tugasnya dengan benar.

Manajer Keuangan (Finance and Accounting Manager)
Manajer keuangan bertugas dan bertanggung jawab merencanakan, menyiapkan budget dan planning  Annual Operating Plan (AOP) atau bisa disebut operasi rencana tahunan. Untuk menentukan tujuan yang harus dicapai, manajer keuangan harus bisa mengandalkan sumber daya yang ada dengan sebaik mungkin.  
Adapun beberapa contoh tugas dari manajer keuangan sebagai berikut:

1.      Memonitor kegiatan operasional dalam hal aspek financial supaya sejalan dengan AOP.
2.      Menandatangani bank instrument (Cek, transfer bank) sesuai dengan batasan yang ditetapkan perusahaan.
3.      Verifikasi setiap pengeluaran biaya ataupun pembelian aset dan penggunaan dana lainnya sesuai dengan batasan yang ditetapkan oleh perusahaan.
4.      Menetapkan pelasanaan sistem dan prosedur yang berkaitan dengan keuangan.

Direktur Sumber Daya Manusia
Memegang tanggung jawab yang besar dalam memajukan suatu perusahaan. Mengelola sumber daya manusia di sebuah perusahaan merupakan peran yang sangat penting yang harus dilakukan oleh direktur SDM.
Direktur SDM juga tidak mempekerjakan sembarang orang untuk bekerja di suatu perusahaan. Para calon karyawan harus melalui tahap seleksi, mulai dari tes pengetahuan umum, psikotest hingga wawancara untuk mendapatkan SDM yang berkualitas dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan.
Oleh karena itu, direktur SDM memiliki peran penting dalam perekrutan. Direktur SDM  memiliki peranan dalam merencanakan, mengkoordinasi dan mengarahkan fungsi dari administrasi sebuah perusahaan.

Adapun beberapa tugas dari Direktur Sumber Daya Manusia yaitu:
• Melakukan perencanaan, mengembangkan dan implementasi strategi pada bidang pengelolaan dan juga pengembangan SDM, seperti merekrut karyawan, kebijakan, kontrak kerja, konsultasi, penggajian, peraturan, pelatihan, membangun motivasi, evaluasi dan lain sebagainya.
• Penetapan dan pemeliharaan sistem yang ada dengan tujuan untuk mengukur aspek penting dari pengembangan sumberdaya manusia.
• Monitoring, mengukur dan melakukan pelaporan mengenai masalah, strategi dalam mengembangkan SDM dan pencapaiannya sesuai kesepakatan.
• Bertugas dalam pengembangan dan mengatur staf.
• Mengendalikan anggaran belanja SDM setiap departement yang disesuaikan dengan anggaran yang telah disepakati dan disetujui.
• Menghubungkan antar manajer setiap departement agar dapat memahami semua aspek dalam mengembangkan SDM dan juga memastikan bahwa para manajer tersebut telah mendapat informasi yang cukup mengenai tujuan, sasaran dan pencapaian dari hasil mengembangkan SDM.
• Meningkatkan pengetahuan mengenai pengembangan SDM yang mengikuti perkembangan zaman dan metode penafsiran yang sesuai untuk para manajer, direktur dan staf dalam suatu perusahaan.
• Bertugas mengevaluasi dan memberi penilaian terhadap kinerja para karyawan yang bekerja sama dengan tim eksekutif.
• Memastikan bahwa setiap aktivitas memiliki inti dan tujuan serta terintegrasi dengan persyaratan perusahaan untuk manajemen keselamatan kerja, mutu, kesehatan, hukum, dan kebijakan.

Direktur utama
Merupakan fungsi jabatan tertinggi dalam sebuah perusahaan, seperti Perseroan Terbatas (PT) yang secara garis besar bertanggungjawab mengatur perusahaan secara keseluruhan.
Tugas Direktur Utama Perusahaan adalah sebagai koordinator, komunikator, pengambil keputusan, pemimpin, pengelola dan eksekutor dalam menjalankan dan memimpin perusahaan Perseroan Terbatas (PT).
Adapun beberapa tugas dan tanggung jawab dari seorang Direktur Utama yaitu:
1.      Memutuskan dan menentukan peraturan dan kebijakan tertinggi perusahaan
2.      Bertanggung jawab dalam memimpin dan menjalankan perusahaan
3.      Bertanggung jawab atas kerugian yang dihadapi perusahaan termasuk juga keuntungan perusahaan
4.      Merencanakan serta mengembangkan sumber-sumber pendapatan dan pembelanjaan kekayaan perusahaan
5.      Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dalam hubungannya dengan dunia luar perusahaan
6.      Menetapkan strategi-strategi stategis untuk mencapakai visi dan misi perusahaan
7.      Mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan di perusahaan, mulai bidang administrasi, kepegawaian hingga pengadaan barang.
8.      Mengangkat dan memberhentikan karyawan perusahaan
9.      Memimpin perusahaan dengan membuat kebijakan-kebijakan perusahaan
10.  Memilih, menentukan, mengawasi pekerjaan karyawan
11.  Menyetujui anggaran tahunan perusahaan  dan melaporkan laporan pada pemegang saham.













Kamis, 29 Oktober 2015

Tugas 1 Psikologi Manajemen Rangkuman

Nama: Rizka Septa Anugrah
Kelas: 3PA10
NPM:17513902

Manajemen merupakan proses mengatur sesuatu atau seseorang agar semuanya berjalan dengan lancar seperti contohnya seorang karyawan yang mengatur jadwalnya yang padat, atau mahasiswa yang mengatur keuangannya agar tidak habis.
            Pengertian Psikologi adalah ilmu tentang kejiwaan, psikologi manajemen jika digabungkan dengan pengertian diatas merupakan ilmu yang mengatur tentang jiwa. Adapun pengertian Psikologi Manajemen yaitu ilmu tentang bagaimana mengatur – me manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
            Unsur SDM merupakan hal yang paling penting dalam suatu modal kerja perusahaan manapun. Psikologi memiliki pengetahuan yang luas tentang manusia, dan karena hal tersebut dapat diketahui dari berbagai faktor internal seseorang dalam pekerjaan contoh:
-          - Stress
-          - Motivasi
-          - Kepemimpinan
-          - Keterampilan
-          - Strategi
-          - Dan lain-lain
Dari semua contoh diatas, semuanya memiliki metode-nya masing-masing. Dengan ditingkatkannya SDM seorang pegawai, dapat berdampak besar pada suatu perusahaan, bayangkan jika seluruh pegawai tersebut memiliki SDM yang tinggi, sudah pasti perusahaan tersebut akan ikut naik penghasilan dan kualitasnya.
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Berbeda dengan organisasi, kelompok merupakan beberapa orang yang berinteraksi yang seara psikologikal mempersepsikan diri mereka adalah kelompok. Dalam kelompok dibagi dua macam yaitu:
-          Kelompok formal : Merupakan kelompok yang memiliki tugas tugas tertentu dalam organisasi
-          Kelompok informal : Tidak memiliki tugas-tugas tertentu dan terjadi secara spontan

Komunikasi adalah proses pengiriman berita dari seseorang kepada orang lainnya dalam kelompok perlu dilakukan komunikasi dan interaksi agar tujuan dari organisasi dapat tercapai.

Selasa, 28 April 2015

Tugas 2 kesehatan mental kaitannya dengan social support

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI

http://afrizaprihadi.files.wordpress.com/2012/09/logo_gunadarma1.jpg

KESEHATAN MENTAL

Hubungan Kesehatan Mental dengan Social Support





DISUSUN OLEH :

RIZKA SEPTA ANUGRAH                      17513902
2PA10


Seperti yang sudah diketahui Kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Oleh karena itu kesehatan mental adalah hal yang sangat mahal dan mewah karena kesehatan mental tersebut lebih berharga dari apapun atau uang sekalipun. Kesehatan mental sendiri jika dikaitkan dengan social support sebagai berikut.
Social Support sangat dibutuhkan oleh seluruh manusia, dengan adanya social support, seseorang dapat memenuhi kebutuhan individu sehingga tidak merasa sendirian, ada orang lain yang terus mendukung seluruh usaha dan kerja kerasnya. Social support juga berkaitan dengan suatu kelompok, suatu individu akan mencari kelompok yang merasa koheren dengannya, dengan begitu individu tersebut merasa diterima oleh masyarakat.
Adapun kesehatan mental yang jika dikaitkan dengan social support, yaitu dengan melihat tingkat stress seseorang. Seseorang yang rentan mengalami stress, dan depresi berarti bisa dibilang social supportnya rendah. Akan tetapi ada bukti melalui sebuah penelitian individu yang memiliki teman-teman yang akrab sangat kurang mengalami depresi jika mereka sedang stress. Namun perlu diperhatikan juga bahwa tidak hanya banyaknya teman yang dimiliki individu yang akan mempengaruhi kemungkinan depresi, tetapi yang terpenting adalah kualitas dari hubungan tersebut.
Bisa disimpulkan individu yang memiliki social support yang tinggi akan terjaga kesehatan mentalnya karena mereka lebih percaya diri, dan tidak rentan mengalami stress dan depresi. Individu tersebut akan lebih mudah mengekspresikan dirinya, dengan lingkungannya. Biasanya juga individu tersebut akan memiliki tingkat kognitif yang tinggi sehingga bisa berfikir dengan bagus secara kognitif atau abstrak. Bukan hanya itu jika kesehatan mental individu itu terjaga, maka individu tersebut pasti lebih mudah dalam mengatur seluruh emosinya dengan baik dan benar.






DAFTAR PUSTAKA

Sarwono, Sarlito, W. Meinarno, Eko,A. (2009). Psikologi Sosial.
Jakarta: Salemba Humanika
Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan mental 2.

            Yogyakarta: Kanisius

Tugas 1 fenomena child abuse


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI

http://afrizaprihadi.files.wordpress.com/2012/09/logo_gunadarma1.jpg

KESEHATAN MENTAL

Fenomena Child Abuse





DISUSUN OLEH :

RIZKA SEPTA ANUGRAH                      17513902
2PA10










BAB I. PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Anak merupakan tumpuan dan harapan orang tua. Anak jugalah yang akan menjadi penerus bangsa ini. Sedianya, wajib dilindungi maupun diberikan kasih sayang. Namun ternyata fakta berbicara lain. Maraknya kasus child abuse atau yang biasa disebut kekerasan pada anak, sejak beberapa tahun ini seolah membalikkan pendapat bahwa anak perlu dilindungi. Banyak anak yang menjadi korban kekerasan keluarga, lingkungan maupun masyarakat.
Jenis kekerasan diterima oleh anak beragam, seperti kekerasan verbal, fisik, mental maupun pelecehan seksual. Ironisnya pelaku kekerasan terhadap anak biasanya adalah orang yang memiliki hubungan dekat dengan si anak, seperti keluarga, guru ataupun teman sepermainannya sendiri. Hal ini pun memicu trauma pada anak, misalnya menolak pergi ke sekolah setelah tubuhnya dihajar ole gurunya sendiri.
Kondisi ini amatlah memprihatinkan, sudah melanda diseluruh dunia. Tapi bukan berarti kita yang belum mempunyai anak harus berdiam diri saja. Justru generasi pemuda atau orang-orang yang sadar akan kepentingan perlindungan anak lah yang harus ikut berpartisipasi melalui atau tidak seperti lembaga besar HAM untuk melindungi anak yang akan menjadi penerus bangsa ini juga. 









BAB II. ISI
A. Penyebab Terjadinya Kekerasan terhadap Anak
1.      Faktor keturunan, karena ada anak yang hyperaktif, biasanya anak ini susah diatur dan cengeng, anak yang seperti ini rentan untuk mengalami kekerasan fisik dan psikis.
2.      Adanya proses meniru hal yang negatif berunsur kekerasan, seperti di video game, film, dan anak yang pernah menjadi korban bullying biasanya rentan juga untuk melakukan atau menerima tindakan kekerasan psikis dan fisik.
3.      Faktor Ekonomi, keluarga yang ekonominya dibawah standar, rentan melakukan kekerasan kepada anak walaupun tidak semuanya.
4.      Anak yang cacat mental, terlalu lugu, biasanya juga mudah mengalami kekerasan walaupun tidak semuanya
5.      Keluarga yang belum matang secara psikologis, ketidakmampuan mendidik anak
6.      Kurangnya pendidikan anak sehingga anak terlalu lugu dan mudah dibohongi
7.      Broken Home, keluarga yang sudah retak ini kadang sudah biasa untuk melakukan tindakan kekerasan bukan hanya pada anak mungkin pada pasangannya sendiri.
8.      Perbedaan suku ras, tak jarang perbedaan suku ini membuat para anak menjadi korban diskriminasi atau yang lainnya lebih parah.
9.      Pergaulan dan lingkungan, faktor ini yang bisa dibilang paling berpengaruh karena lingkungan sehari-hari merupakan lingkungan yang paling diterima oleh anak, lingkungan juga membuat pembentukan kepribadian anak.

B. Jenis-jenis Kekerasan yang Sering Diterima Anak
  1. Kekerasan fisik
Kekerasan yang dilakukan secara langsung dan mudah diketahui oleh siapapun karena membekas pada tubuh seperti memar biru, luka bakar, dan goresan benda tajam.
2.    Kekerasan psikis

Kekerasan yang tidak terlihat dan biasanya sangat parah karena menyerang mental anak secara langsung seperti contoh, anak menjadi pendiam, belajar rendah diri, tidak bisa bangkit, dan hanya mampu iri.  


3.      Kekerasan seksual

Bentuk kekerasan ini kebanyakan dilakukan oleh orang yang dikenal oleh korban, seperti guru atau teman. Dalam kekerasan ini anak akan mengalami trauma dan shock berat oleh karena itu anak harus selalu dalam pengawasan, paling tidak diajarkan untuk selalu berhati-hati.
        4. Penelantaran rumah tangga
Bentuk kekerasan yang dilakukan secara tidak langsung ini dilakukan oleh orang terdekatnya, atau keluarga. Contoh anak yang ditelantarkan oleh ibu dan bapaknya karena mereka terlalu sibuk oleh pekerjaannya. Dampak ini sangat besar dalam pengembangan emosi anak jadi tidak bisa diremehkan.

C. Solusi Mencegah Terjadinya Kekerasan pada Anak
·      Orang tua menjaga agar anak-anak tidak menonton / meniru adegan kekerasan karena bisa menimbulkan bahaya pada diri mereka. Beri penjelasan pada anak bahwa adegan tertentu bisa membahayakan dirinya. Luangkanlah waktu menemani anak menonton agar para orang tua tahu tontonan tersebut buruk atau tidak untuk anak.

·      Jangan sering mengabaikan anak, karena sebagian dari terjadinya kekerasan terhadap anak adalah kurangnya perhatian terhadap anak. Namun hal ini berbeda dengan memanjakan anak.

·      Tanamkan sejak dini pendidikan agama pada anak. Agama mengajarkan moral pada anak agar berbuat baik, hal ini dimaksudkan agar anak tersebut tidak menjadi pelaku kekerasn itu sendiri.

·      Sesekali bicaralah secara terbuka pada anak dan berikan dorongan pada anak agar bicara apa adanya/berterus terang. Hal ini dimaksudkan agar orang tua bisa mengenal anaknya dengan baik dan memberikan nasihat apa yang perlu dilakukan terhadp anak, karena banyak sekali kekerasan pada anak terutama pelecehan seksual yang terlambat diungkap.

·      Ajarkan kepada anak untuk bersikap waspada seperti jangan terima ajakan orang yang kurang dikenal dan lain-lain.
·      Sebaiknya orang tua juga bersikap sabar terhadap anak. Ingatlah bahwa seorang anak tetaplah seorang anak yang masih perlu banyak belajar tentang kehidupan dan karena kurangnya kesabaran orang tua banyak kasus orang tua yang menjadi pelaku kekerasan terhadap anaknya sendiri.





BAB III. KESIMPULAN

            Kekerasan pada anak dapat ditemukan diberbagai daerah atau Negara sekalipun. Kekerasan tersebut memiliki jenis dan faktor penyebabnya sendiri. Dari penyebabnya tersebut dapat dilihat kekerasan pada anak banyak dilakukan oleh orang tuanya sendiri, mulai dari faktor ekonomi, faktor belum mampu mengurus anak, bahkan sampai orang tua yang menelantarkan anak.

            Sebagai psikolog tentunya melihat hal ini sudah kewajiban kita untuk membantu dalam memecahkan masalah ini. Jika dilihat peran lingkungan dan keluarga sangat berdampak besar, sebisa mungkin orang tua harus bersabar kepada putra-putrinya, dan meminimalisir sesuatu yang bisa berdampak negative jika kelebihan seperti video game, kemudian memberikan pembelajaran dalam bersosialisasi juga anak harus tetap di pantau di lingkungannya karena lingkungan sangat berpengaruh pada anak tersebut.



DAFTAR PUSTAKA

Papalia, Diane, E. Feldmen, Ruth Duskin. (2012). Experience Human
 Development. New York: McGraw-Hill
Heru, Basuki,.A,.M. (2008). Psikologi
 Umum. Jakarta: Gunadarma


Ariany, Tri. 2013, “Faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak oleh orang tua dalam rumah tangga di tinjau dari kriminologi di kota Pontianak”. Jurnal untan. Volume 1, No. 2, http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfh/article/view/2193, 21 April 2015.