Dari : Situs Alfi

Senin, 13 Januari 2014

Reason for Life

*Umur 1 tahun bisa jalan, ngomong, ketawa
*Umur 3 tahun bisa lari, ngomong lancar, ketawa, nonton anime, main
*Umur 5 tahun bisa makan sendiri, minum sendiri, hatam Iqra1/6 & Juz amma, nonton anime, main
*Umur 7 tahun bisa berangkat sekolah sendiri, naik angkot sendiri, belajar sendiri,nonton anime, Music, main bareng
*Umur 9 tahun naik sabuk merah Merpati Putih, kelas 4 SD mulai kenal banyak tentang dunia game, Music, nonton anime, main bareng
*Umur 11 tahun bisa naik motor, Belajar keras masuk SMPN 9 Bogor, Game, nonton Anime, main bareng
*Umur 13 tahun Berhasil masuk SMP favorite, Paskibra, Game, nonton Anime, main bareng
*Umur 15 tahun Berhasil masuk SMA favorite, Game, nonton Anime, main bareng
*Umur 17 tahun Hatam, Mulai nyusun rencana hidup, Mandiri, Game, nonton Anime, Main
*Umur 19 tahun bisa nyetir mobil, punya kerjaan sendiri walupun paruh waktu (biar nggak ngeberatin orang tua sekalian pengalaman kerja), Kuliah, Game, nonton Anime
*Umur 21 tahun Punya SIM A/C ,tambah mandiri, tambah Ilmu, tambah bijaksana, Kuliah, Game, nonton Anime
*Umur 23 tahun Merintis karier, bergabung dengan Organisasi Nasional, bekerja di sebuah perusahaan, punya usaha, tetap belajar, menambah wawasan, Game, nonton Anime
*Umur 25 tahun Punya Rumah sendiri, bergabung dengan Organisasi Internasional, Memiliki perusahaan sendiri, tetap belajar, menambah wawasan, Game, nonton Anime
*Umur 27 tahun Punya Mobil dan Motor sendiri, Perusahaan bertambah cabang, Game, nonton Anime
*Umur 29 tahun membuat Dojo, Kuliah Magister, Menjalankan Perusahaan
*Umur 31 tahun mendapat gelar magister, Perusahaan berkembang ke Internasional, Membuat Rumah bertambah besar
*Umur 33 tahun membuat Restoran , Perusahaan berkembang, Hotel Berkembang
*Umur 35 tahun Restoran coba Go Internasional, Punya perternakan sapi
*Umur 37 tahun beli pertambangan Minyak atau emas
*Umur 39 tahun membesarkan Rumah kembali
*Umur 41 tahun Pensiun dini, kerja di balik komputer, memerintah semuanya di balik komputer, Music, Game, nonton Anime 
*Umur 43 tahun kerja di balik komputer, memerintah semuanya di balik komputer, Music, Game, nonton Anime 
*Umur 45 tahun kerja di balik komputer, memerintah semuanya di balik komputer, Music, Game, nonton Anime 
*Umur 47 tahun kerja di balik komputer, memerintah semuanya di balik komputer, Music, Game, nonton Anime 

Just that Life is so boring but simple
:)

Kamis, 09 Januari 2014

tugas soft skill 14 reportase

Ini Dia Temuan Terbaru, Terkait Kecelakaan Maut Paul WalkerTemuan terbaru mengenai kematian aktor Hollywood Paul Walker 30 November lalu, kembali terkuak. Menurut laporan dari Los Angeles County Coroner’s, kecepatan mobil Porsche warna merah yang ditumpanginya yakni di atas 160 kilometer per jam.
Laporan yang dirilis Jumat (3/1/2014) lalu menyatakan dengan alasan yang tidak diketahui, pengemudi mobil kehilangan kendali. Mobil menabrak pohon, terbalik hingga terbelah menjadi dua.
Di temuan sebelumnya, Walker dinyatakan meninggal karena kombinasi luka traumatis dan termal. Walker yang dikuburkan bulan lalu di Forest Lawn Cemetery, Los Angeles disebutkan meninggal dengan posisi berbaring telentang di kursi penumpang.
Bagian atas kepalanya menghadap ke Barat. Lengan kanannya membungkuk di siku dengan tangan kanannya. Sedangkan kedua kakinya ditekuk.
Di sana, juga disebutkan kendaraan tersebut mencapai batas kecepatan di atas rata-rata sehingga mobilnya hampir terbelah dua.
Kematian mendadak Walker menjadi pukulan keras terhadap orang-orang sekitarnya. Pada Kamis (2/1/2014) lalu, bintang ‘Fast and Furious’ Vin Diesel mengunggah dua foto dirinya bersama Walker ke laman facebook.


sumber:http://www.beritakaget.com/berita/10784/ini-dia-temuan-terbaru-terkait-kecelakaan-maut-paul-walker.html

tugas softskill 13 reportase

nama : rizka septa anugrah
kelas  :1pa11
npm  : 17513902


 Ekonom Drajad Wibowo mengungkap beberapa contoh dari pengerukan uang haram pelaksanaan impor, satu diantaranya kasus impor daging sapi.
“Data-data yang saya kemukakan berdasarkan laporan yang tidak dipublikasikan dari sebuah lembaga resmi negara,” Drajad menegaskan dalam rilisnya kepada Tribunnews, Sabtu (9/2/2013).
“Sama seperti mafia impor kedelai yang pernah saya ungkap, impor daging sapi sebenarnya hanya dikuasai segelintir pemain saja, tepatnya 12 pemain,” tambahnya.
Pemerintah cq Kementerian Pertanian, lanjutnya, lalu seolah-olah akan mendobrak dominasi 12 pemain ini dengan membuka sebanyak mungkin pemain baru. Faktanya, sebagian besar pemain baru tersebut hanya berjualan ijin saja, atau hanya dipinjam sebagai bendera, atau kalaupun benar-benar mengimpor, jumlahnya sangat kecil.
Itulah sebabnya mengapa mekanisme kuota justru memudahkan pembagian uang haram. Pemain baru tersebut lebih senang mengambil fee yang dihitung per kilogram daging. Tentu ada oknum tertentu, dari parpol atau non-parpol, yang mem-back up pemain baru ini.
“Sementara ke-12 pemain tersebut tetap juga mendapatkan kuota, namun harus membayar fee tertentu kepada mereka yang membantu mendapatkan kuota,” ujar Drajad.
Dari mana mereka bisa menutup fee tersebut? Drajad menjelaskan,pertama, dari pembebasan PPN. Dengan berbagai alasan, mafia impor berhasil memperjuangkan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor daging.
Akibatnya, selama periode Januari 2010-Juli 2011 negara kehilangan PPN sebesar Rp 546 milyar, hanya dari daging sapi (termasuk jeroan).
“Berdasarkan data base Ditjen Bea cukai, jumlah impor daging sapi tahun 2010 adalah sebanyak 90.541.414 kg daging dan 49.599.762 kg jeroan/daging sisa. Jadi totalnya 140.141.176 kg,” kata Drajad.
Untuk periode Januari-Jun 2011 jumlah impornya 25.080.734 kg daging dan 16.398.425 kg jeroan/daging sisa. Totalnya adalah 41.479.159 kg.
Jumlah PPN yang harus dibayar adalah Rp 548.803.681.353,00 atau Rp 548,8 milyar. Ini dibebankan kepeda 49 importir. Dari jumlah tersebut, yang dibayarkan kepada negara hanya Rp 2,8 milyar.
Sisanya yang Rp 546 milyar dibebaskan, sehingga menjadi tambahan keuntungan importir,” tegasnya.
Apakah rakyat Indonesia diuntungkan dari pembebasan PPN ini? Ditegaskan Drajad, tidak sama sekali. Negara kehilangan penerimaan, sementara rakyat tetap dibebani harga daging yang melonjak-lonjak.
Yang unik, sambungnya lagi,jumlah pembebasan PPN di atas ternyata setara dengan fee haram yang harus dibayarkan importir kepada oknum-oknum yang “membantu” mereka.
Informasi yang beredar di lapangan, fee tersebut besarnya Rp 5000 per kg daging dan Rp 2000 per kg jeroan/daging sisa. Jika dikalikan data impor di atas, diperoleh angka sekitar Rp 452,5 milyar ditambah Rp 99 milyar, yaitu Rp 551,5 milyar.
“Dengan kata lain, bisa dikatakan fee atau sebenarnya sogokan untuk oknum-oknum parpol dan non-parpol tersebut dibiayai dari pembebasan PPN. Para penegak hukum sebaiknya mulai menyelidiki dan menyidik pembebasan PPN ini,” Drajad mengharapkan.
Kedua, dari pemindahan klasifikasi antara daging sapi dng jeroan/daging sisa. Importir harus membayar bea masuk sebesar 5 persen terhadap nilai pabean dari barang yang diimpor. Nilai paben dihitung berdasarkan harga CIF (cost, insurance and freight), atau nilai patokan tertentu yg ditetapkan oleh Ditjen Bea Cukai.
Karena harga CIF jeroan/daging sisa lebih rendah dari daging, importir yang nakal akan mengurangi kewajiban bea masuknya dengan melaporkan seolah-olah dia mengimpor jeroan/daging sisa. Padahal yang diimpor adalah daging.
Modus ini, katanya lagi, terbukti dalam kasus 4 perusahaan importir, yaitu IGU, IP, SLP dan BMA. Ini setelah laporan impor yang tercatat pd Ditjen BC (DJBC) dibandingkan dengan yang tercatat pada Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian.
Selama periode Januari 2010-Juni 2011 diketahui jumlah impor daging keempat perusahaan tersebut adalah 13.453.271,13 kg (data DJBC), sementara data Barantan adalah 28.331.263,72 kg.
“Artinya, data impor daging di DJBC ternyata 14,9 ribu ton lebih rendah dari data Barantan. Sementara untuk impor jeroan/daging sisa, data DJBC sebesar 30.993.006,85 kg, sementara data Barantan 7.841.980,59 kg. Artinya, data DJBC 23,2 ribu ton lebih besar dari Barantan,” ungkapnya.
Karena harga CIF daging sapi lebih mahal dari jeroan/daging sisa, jelas negara kehilangan penerimaan bea masuk.
“Dokumen yang saya peroleh menyebutkan negara kehilangan potensi penerimaan bea masuk, PPN dan PPh sebesar Rp 48,5 milyar. Angka tersebut baru untuk 4 importir,” tutur Drajad lagi.
Sebagai catatan, kode Harmonized System (HS Code) untuk daging sapi adalah HS 0201 dan 0202. Sementara untuk jeroan/daging sisa masuk HS 0206. Dan penegak hukum, imbuhnya, perlu menyelidiki dan menyidik manipulasi data impor ini.
Sumber yang ketiga adalah permainan harga di pasar. Namun estimasinya jauh lebih sulit dilakukan.
Uraian ringkas di atas, Drajad menegaskan, menunjukkan bahwa mafia impor daging bermain di semua lini, dari hulu ke hilir untuk mengamankan permainannya. Dari Ragunan hingga Lapangan Banteng. Dari formulasi kebijakan hingga hal-hal kecil seperti pelaporan impor. Ini adalah ciri khas yang juga terdapat pada mafia impor pangan lainnya.
“Pemindahan HS Code misalnya sulit bisa dibayangkan bisa mulus terjadi tanpa kerjasama dengan oknum DJBC. Bagaimana mungkin dengan segala peralatan yang canggih dan super mahal, DJBC bisa kebobolan sebanyak itu hanya untuk 4 importir? Mengapa tidak dilakukan cek silang dengan Barantan?” Drajad mempertanyakan.
“Yang jelas, dari semua permainan mafia impor, ujung-ujungnya sama. Negara kehilangan potensi penerimaan, rakyat dipermainkan oleh harga pangan yang melonjak-lonjak. Sementara para pemain dan oknum yang mem-back up-nya memperoleh uang banyak dengan mudah dalam waktu yang singkat,” pungkas Drajad Wibowo.


sumber:http://www.beritakaget.com/berita/5790/ekonom-drajad-wibowo-mengungkap-beberapa-contoh-dari-permainan-impor-daging-sapi.html

Selasa, 07 Januari 2014

tugas softskill 12 opini

nama: rizka septa anugrah
kelas:1pa11
npm :17513902



Jakarta (ANTARA News) - Perekonomian nasional pada 2013 bisa dikatakan tidak secerah tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diperkirakan akan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya akibat faktor eksternal dan internal.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2013 mencapai 5,7 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2012 yang sebesar 6,3 persen.

Faktor eksternal yang mempengaruhi perekonomian Indonesia itu berupa ketidakpastian perekonomian global. Isu penghentian penggelontoran stimulus perekonomian AS oleh bank sentral AS, Federal Reserve, karena sejumlah indikator perekonomian menunjukkan perbaikan, menjadi salah satu penyebab ketidakpastian itu.

Banyak negara yang goyah atas kebijakan bank sentral AS itu. Indonesia menjadi salah satunya. Indonesia termasuk apa yang disebut Morgan Stanley sebagai "The Fragile Five" yakni lima negara yang paling rentan terkena kebijakan "tapering". Negara lain adalah Afrika Selatan, Brasil, India, dan Turki.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa The Fed dalam waktu dekat bakal pasti mengurangi kucuran dana sebesar 10 miliar dolar AS ke pasar keuangan negara itu dari sebelumnya sebesar 85 miliar dolar AS per bulan.

Mengapa Indonesia rentan terhadap kebijakan AS itu?

Ternyata, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini cukup tinggi yakni sekitar 6,2 persen dan dipuji dunia karena tingginya pertumbuhan itu ketika resesi dunia melanda, dibiayai oleh uang panas alias "hot money".

Uang panas yang gampang datang dan pergi itu berasal dari dana stimulus yang diluncurkan The Fed melalui kebijakan "Quantitative Easing" (QE). Dana tersebut mengalir ke Indonesia karena mampu memberi keuntungan paling besar.

Ketika isu "tapering" muncul, ekonomi Indonesia makin terpukul karena kondisi internal yang buruk berupa melemahnya ekspor Indonesia, yang selama ini didominasi ekspor sumber daya alam, dan meningkatnya impor yang didominasi jasa dan barang modal, telah menyebabkan terjadinya defisit transaksi berjalan .

Defisit ini akhirnya membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melorot. Hingga akhir tahun ini nilainya mencapai sekitar 12.200-an.

Bank Indonesia (BI) mencatat defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal III 2013 sebesar 8,4 miliar dollar AS atau 3,8 persen dari produk domestik bruto (PDB). Defisit transaksi berjalan ini menurun dibandingkan pada kuartal sebelumnya, yakni 9,9 miliar dollar AS atau 4,4 persen dari PDB.

Penurunan ini akibat peningkatan surplus neraca perdagangan non migas seiring dengan penurunan impor nonmigas yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspor nonmigas, serta berkurangnya defisit neraca jasa dan pendapatan.

Dengan adanya gambaran yang jelas tentang penyebab turunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah seharusnya menunjukkan upaya untuk segera memperbaiki defisit transaksi berjalan, khususnya bila "tapering" atau pengurangan stimulus terjadi.

Selama ini memang terlihat upaya mengurangi defisit transaksi berjalan baru dilaksanakan dari sisi moneter. Belum ada kebijakan sektor ril yang mendukungnya, meski pemerintah sudah mengeluarkan sejumlah paket kebijakan untuk mengurangi defisit itu pada Agustus lalu.

Kebijakan seperti pemberian insentif bagi perusahaan-perusahaan padat karya yang berorientasi ekspor, peningkatan pajak bagi impor kendaraan mewah dan pengurangan penggunaan BBM dengan mendorong peningkatan penggunaan biodiesel, sampai akhir tahun ini belum sepenuhnya direalisasikan. 


 Opini:benar-benar sangat di sayangkan ternyata perekonomian indonesia yang selama ini cukup tinggi di biayai oleh "uang panas". pemimpin negara harus mengambil tindakan tegas dengan kasus ini atau Indonesia akan bertambah kacau.



 sumber:http://www.antaranews.com/berita/411488/ekonomi-indonesia-di-tengah-ketidakpastian
 

TUGAS SOFTSKILL 11 Opini

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 105 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Paripurna kepada Menteri dan Pejabat Tertentu dan Perpres Nomor 106 tahun 2013 tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Pimpinan Lembaga Negara.

Alasan pencabutan Perpres itu, Presiden menilai, sudah tidak diperlukan lagi menyusul diberlakukannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Pencabutan atau pembatalan kedua Perpres tersebut disampaikan sendiri oleh Presiden SBY dalam keterangan persnya seusai rapat terbatas kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/12).

Ramainya penolakan dua Perpres tersebut membuat Presiden Yudhoyono mengambil sikap dengan membatalkan Perpres itu.

Rapat terbatas di Istana Bogor tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono serta sejumlah menteri dan pejabat, diantaranya Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto.

Juga hadir Menteri Kesehatan Nafsih Mboi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin.

Sebelum dicabut, dua Perpres mendapat sorotan media mengingat para pejabat dinilai mendapatkan pelayanan asuransi kesehatan khusus dan istimewa, dikecualikan dalam program jaminan kesehatan BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial) bidang kesehatan yang akan di mulai 1 Januari 2014.



Opini : menurut saya, saya tidak setuju alasan di cabutnya undang" tersebut sudah sangat jelas pak presiden menilai sudah di perlukannya lagi hal itu, namun di lain pihak banyak pejabat juga yang masih menggunakan SJSN.


sumber:http://www.antaranews.com/berita/412573/pencabutan-perpres-demi-kesehatan-bersama

Jumat, 03 Januari 2014

Opini Tugas soft skill 10

Nama :Rizka Septa Anugrah
Kelas:1pa11
NPM:17513902

 
Pekan lalu jagad politik Indonesia tersentak menyimak penangkapan Presiden Partai Keadialan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaaq (LHI). Sosoknya dikenal sebagai ustad, ditengarai menjadi bagian suap, kolusi pengadaan impor daging. Sosialisasi awal, dia ditangkap tangan menerima uang. Faktanya, penangkapan terhadap oknum menjalin komunikasi dengan LHI. Ia diganti. Cigin pula penggantinya tahu-tahu Anis Matta, pria kelahiran 7 Desember 1968.

Bagi saya presiden kita 2014 nanti adalah sosok kelahiran tahun 60-70an. Bisa jadi usianya se-anis-matta. Akan tetapi apakah dia?

Kita butuh pemimpin muda baru demi menghindarkan diri gagal sebagai negara. Sosok muda itu mesti cerdas hati dan cerdas sosial. Lebih jauh ia harus siap kere materi. Kecerdasan hatinya mengantarnya selalu pada kebenaran. Kenyataan ini kini minim, karena banyak sosok-sosok hebat di pasaran pintar-pintar tidak pada benar.
Itu penjabaran sosok direstui alam itu.

Pertanyaan ulang apakah Anis direstui alam itu?
Sepak terjang bersangkutan saya amati sejak reformasi. Termasuk dulu bagaimana ia bulak-balik ke kantornya Fuad Bawazier. Saya bersahabat dengan akuntan Fuad.
Sebagaimana ditulis indonesiatoday.com, mengutip TL saya di twitter 5 jam sebelum Anis terpilih: jika Anis Matta naik jadi pimninan PKS, maka indikasi tangan Amerika Serikat berada di belakang mentasnya. Mengapa? Sulit untuk menjelaskan hal ini ke publik, karena dalam kapasitas saya sebagai private investigator dan jaringan kecil kami, Presstalk, mengindasikan kuat hal itu.

Bila ditelisik rentang usia, Anas Urbaningrum, masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat kini, setahun lebih muda dari Anis Matta. Anas lahir 15 Juli 1969. Lantas berdasarkan usia apakah Anas presiden kita 2014? Saya tahu pasti bahwa ia mengumpulkan energi untuk maju menjadi Capres 2014.
Justeru sosok yang layak disimak sebenarnya seperti Ganang Soedirman, kelahiran 1966. Ganang, cucu pertama Panglima Besar Soedirman itu, terpilih menjadi Presiden RI, tentu hanya atas polling di partaionline.org. Bagi mereka kenal Ganang, akan tampak penampilan sosok muda bersahaja, tidak pernah meninggalkan shalat. Ia pernah mengalami peristiwa mati suri dan hidup kembali, itulah menjadi alsannya tak lagi meninggalkan shalat.

Sosok berikutnya Komarudin Watubun. Pria kelahiran tahun sama dengan Anis Matta, 1968 di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara ini, adalah Wakil Ketua DPR Papua. Dengan ditahannya Ketua DPR Papua kini, yakni Jhon Ibo, Komar - - begitu ia disapa - - menjalankan fungsi ketua. Sosoknya bersahaja. Kendati di PDIP Pusat jabatannya Ketua Bidang Organisasi dan Pemerintahan, setiap beranjangsana ke daerah-daerah, ia tak pernah mau diberi pelayanan olah pengurus daerah.
Di Jayapura, Komar membiarkan saja mobil dinas Camrynya masih berplastik. Ia tidak tinggal di rumah dinas. Ia menetap di rumah papannya di dekat Danau Sentani. Dalam peretemanan saya dengan Komar, saya mengetahui bagaimana alotnya pencalonan Jokowi Widodo menjadi gubernur DKI lalu. Publik mafhum adanya bagaimana Taufik Kiemas dan Megawati Soekarno Putri tidak mendukung pencalonan Jokowi.
Adalah Komarudin menggebrak. “Sosok Jokowi mesti tampil menjadi Gubernur DKI,” ujarnya. Maka tandatangan Komarudinlah bersama Sekjen Cahyo Kumolo mengantar pendaftaran Jokowi ke KPUD DKI Jakarta. Di mata subjektifitas saya, Komar sosok tegas. Sangat memahami Trisakti Bung Karno: Berdaulat di bidang Politik, Berdikari di Bidang Ekonomi dan Berkepribadian di Bidang Kebudayaan.

Berikutnya. Tentulah sosok layak tampil Jokowi Widodo sendiri. Pria kelahiran 1961 ini, kini sudah mentas sebagai Gubernur DKI. Kita tentu tak perlu lagi membahasnya, karena hari-hari berita ihwal dirinya, blusukan kiri-kanan menghiasi halaman media massa, senantiasa.
Saya hanya memberikan catatan. Begini: Ketika tak senagaja ikut mengantarkan ke KPUD DKI mendaftar sebagai Cagub DKI lalu, usai acara kami berjalan kaki dari KPUD, Jl Budi Kemuliaan, 

Jakarta Pusat ke Bundaran HI. Publik membuncah menyambut. Di depan Sarinah Jl. Thamrin, Jokowi pernah bertanya ke saya, “Jika sambutan seperti ini tanda-tanda apa ya Mas Iwan?”
Saya jawab kala itu dengan 6 kata: Bapak Guberenur, Bapak Gubernur, Bapak Presiden!
Apakah Jokowi akan jadi presiden kita 2014?

Ketika Jokowi menyampaikan ke media soal endorsement-nya terhadap pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota, saya kecewa. Dalam bayangan saya yang belum tentu benar, seyogyanya Jokowi bisa berkata begini, “Sebagai Gubernur pilihan rakyat DKI Jakarta, saya membatalkan pembangunan 6 ruas jalan tol di Jakarta. Saya mempercepat pembangunan monorel, mempercepat pembangunan subway dengan hitungan masuk akal.”

Aapakah Jokowi akan jadi presiden?

Saya sudah tak berani mempertanggung-jawabkan 6 kata saya di depan Sarinah itu. Terutama dua kata terakhir, Bapak Presiden, tak lagi saya yakini.

Nah terakhir. Saya juga berusaha menemui Farhat Abbas sosok kelahiran 1976. Paling muda dari dari lima nama sudah saya sebutkan di atas. Sosoknya banyak dihujat di media sosial karena kata-katanya di twitter, “Apapun pelat mobilnya, Ahok tetap Cina.”

Saya simak hujatan kepadanya alang-kepalang. Saking miringnya dominan, warga di media sosial menghujat Farhat, saya yang mencoba verifikasi sosoknya, dihajar juga kiri kanan. Padahal sejatinya, ada satu sisi harus dihormati dari pengacara ini. Terlepas dari kekurangannya: Dia berani maju, tanpa embel-embel partai, berkata ke publik, “Saya Capres Muda Indonesia 2014.” Dan dia melakukan intensi ke situ.

Saya tak melihat ada anak muda lain seberani Farhat.
Kedekatan saya ke Farhat lebih mendukung semangatnya itu. Lantas apakah Farhat bisa menjadi presiden RI?

Pertanyaan yang sama untuk ke-enam nama mereka yang saya tuliskan tadi! Biarkanlah kecerdasan hati, kecerdasan sosial, dan alam yang akan menjawab 2014 nanti. Tentu tanpa menafikan juga nama-nama lain ada di seputar Anda sendiri, tentu!

 OPINI: menurut saya seorang presiden tidak perlu tua ataupun muda asal dia bisa memenuhi semua kriteria yang di butuhkan sebagai seorang presiden, orang tersebut sudah sangat berarti, mengapa berarti ? karena sulit mencari presiden idaman di dunia ini








sumber: http://politik.kompasiana.com/2013/02/04/opini-mengayak-capres-muda-2014--531376.html