Kelas:1pa11
NPM:17513902
PENGENDARA
GILA
Di
suatu malam Axel sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, dia berjalan kaki
menyusuri jalan sepi yang jarang di lewati orang, sebenarnya Axel bisa pulang
lewat jalan biasa, tetapi agar cepat sampai di rumah dia memotong jalan ke
jalan bambu, yang sudah pasti banyak bambunya di daerah tersebut. Axel sedang
asyik bernyanyi sendiri sambil menghilangkan rasa bosan dan juga takut.
“aduh….
Pulang kerja kelompok malem gini, udah tau rumah gue jauh…” gerutu nya sendiri
di malam itu.
“dari
pada bĂȘte, mending nyanyi lagi akh….!!!!!” Kata orang itu dengan berteriak
sendiri.
Ketika
sedang asyiknya bernyanyi, dia mendengar sebuah suara mobil berderu kencang
melesat ke arah jalan yang sedang di laluinya.
“
ehh…. Mobil, dari mana tuh…!!!!” ucap kaget dari bibir Axel
Mobil
merah itu melesat sampai melewati Axel, anak itu terpental berputar akibat
terserempet oleh mobil itu.
“Aduh……..!!!!”
teriak sakit dari Axel
Axel
tergeletak di dekat pohon bambu, dia tidak bisa melakukan apa-apa tangan
kanannya berdarah begitu juga kakinya yang sebelah kanan yang sedikit pincang. Axel mencoba berdiri dia meneriaki
orang yang berada di dalam mobil.
“WOIIIII……!!!!
TURUN DONK….!!!!” Teriak Axel
Tak
lama mobil itu yang sepertinya ingin melarikan diri tiba-tiba berhenti, dan si pengendara turun dari kendaraannya. Axel
sedikit kaget ternyata orang yang menegendarai mobil merah itu adalah seorang
wanita yang masih berseragam SMA sama seperti dirinya.
“Kenapa
nyuruh gue turun….” Ucap si pengendara, Axel tersadar dari lamunannya.
“Dasar
lu ….. belum punya SIM yah, bawa mobil yang bener donk!!!”
Tiba-tiba
wanita itu melempar sebuah uang lembaran merah yang banyak kedepan Axel.
“tuh
ambil. Buat tutup mulut lu yang bawel…” ucap gadis itu
“apa…?”
Axel diam melihat aksi gadis berdarah Bule itu.
“nama
lu Claudia Larrisa” ucap Axel dengan dingin
“dari
mana lu….. okh….. lu liat nametag gue, iya emang kenapa mau kenalan,..?” ucap
gadis itu dengan nada sombong
“panggil
aja gua Audi” ucap gadis itu tiba-tiba ramah
“gue
Axel” dia menjulurkan tangannya, kemudian mereka saling berjabat tangan.
“ehhh……
kenapa kita jadi kenalan kayak gini kampret,……” umpat Axel kemudian dia
meringis kesakitan kembali.
“hahaha…
yahhhh.. elu yang jabat tangan gue duluan” kemudian Audi berpaling dan menuju
mobilnya.
“eh
mau kemana lu pengendara gila,…!! Tanggung jawab donk “ teriak Axel kepada Audi
yang sudah membuka pintu mobilnya.
“tuh
udah di jalan” dia menunjuk uang yang dia lempar.
“lu
gila apah! Gua korban kecelakaan nih ! malah ditinggalin kayak gini”
“ohhhhhh
lu mau gua tebengin? Sorry yah tapi gua buru-buru” Audi masuk dan menghidupkan
mesinnya.
Ketika
mobil itu akan melanjutkan perjalanannya tiba-tiba mobil itu berhenti seakan ada sesuatu yang tertinggal ,kemudian
Audi membuka jendela kacanya.
“mendingan
lu cepet-cepet pergi deh dari sini”
“emang
kenapa ?” Tanya Axel penasaran
“soalnya
jalan ini sepi, dan banyak hantu yang gak jelas gentayangan disini” ucap Audi
tersenyum jahat kemudian dia menutup kaca jendela, lalu menancap gas dan pergi
dari situ.
“dasar
PENGENDARA GILA….!!!!!!!!” Teriak Axel kepada mobil merah itu yang sudah tidak
terlihat lagi.
*****************************************************************************
*****************************************************************************
Audi
sampai di depan rumahnya yang bagaikan istana, dia menklakson dengan kencang ke
dalam rumahnya.
“ncek!…..
mana sih nih penghuni rumah “
Tiba-tiba
seorang pembantu datang membukakan pintu gerbang. Dengan cepat Audi memarkirkan
mobilnya ke dalam dan keluar dari mobil sambil membawa tas sekolahnya.
“Papah
belum pulang bi?” Tanya Audi
“belum
non” ucap Pembantu itu
“jangan
panggil ‘non’ panggil nama aja, Audi”
Audi
beranjak masuk kedalam rumah, dan pergi menuju kamarnya, dengan kesal dia
membanting pintu kamarnya.
“Pada
kemana sih orang-orang..!!”Audi berbicara sendiri di kamarnya
“Gila
apa Bokap gue ? gua aja yang pulang dari sekolah ama balapan liar udah nyampe
di rumah, lah ini bokap gue di depan komputer doang lama banget baliknya”
Dia
melihat ponsel kemudian menelepon seseorang, lalu tak lama sebuah nada
panggilan sibuk berbunyi.
“nck!
Gila kali yah kerjaan orang dewasa gak ada waktu buat dunia sendiri”
Audi
merebahkan diri di kasurnya, dia memejamkan matanya, kemudian dia teringat
dengan pemuda yang bernama Axel tadi
“
aduh…. Tuh orang selamet sampe rumah gak yah? Kasian juga keserempet sama gue
tadi. Mana gua tahu kalo tuh jalan ada orangnnya biasanya juga tuh jalan sepi
banget gak ada orang, makanya tadi gue ngebut”
“Kalo
tahu papah belum pulang, mending gua anterin aja tuh orang tadi”
Audi
merenung melihat tangannya.
“hehehe
dasar cowok. pada klepek-klepek setiap ngeliat gue, di ajakin kenalan aja udah
kehipnotis gitu sama gua, hihihihihi” Audi tertawa sendiri kemudian dia
menyalakan televise di kamarnya.
***************************************************************************
***************************************************************************
Axel
sedang di kantin sekolah dengan temannya Seno, dan Bian mereka sedang makan mie
ayam mas jono yang terkenal enak di
sekolah
“ xel , lu gak makan ?” Tanya Bian kepada Axel.
“nggak akh lagi males gue”
Seno yang sedang lahap-lahapnya makan kemudian melihat
mie yang belum di sentuh sedikitpun oleh Axel.
“xel, buat gue yah?” Tanya Seno yang blepotan dengan
bumbu mie ayam
Axel mengangguk pelan, dan melihat ke arah yang lain, Seno pun yang sudah di
persilahakan langsung mengambil mangkok milik Axel, Bian yang melihat kejadian
itu hanya menggeleng kepala.
“Mending lu cerita deh, kenapa tangan ama kaki lu bisa di
perban kayak gitu” pinta Bian kepada Axel
“Gue keserempet mobil pas pulang kerja kelompok kemaren
di jalan bambu”
“jalan bambu? Lu lewat situ waktu balik? “
“iyah bi , gila gua di tabrak sama anak SMA” ujar Axel
“SMA mana? Wah parah yang kayak gini nih harus di kasih
pelajaran”
“mana gue tau,…. Orang gelap banget waktu itu” Axel
mengangkat tangannya.
“yah udah lah bentar lagi kan motor lu beres dari
bengkel, ntar kalo pulang gak usah jalan lagi” tiba-tiba Seno ikut bicara
“bener kata Seno bentar lagi kan motor lu keluar dari
bengkel, mending siapin aja duit buat nebus biaya berobat motor lu, abis itu
kita nge-trek lagi bro” Bian menepak punggung Axel
“ah ! dasar lu, coba aja lu pada mau nebengin gua waktu
itu, pasti kejadiannya gak kayak gini”
“ya elah xel, kalo tau lu bakal kecelakaan gue juga
mending nganterin lu deh waktu itu, tapi lu kan tau nyokap gue kalo udah ngomel
kayak apaan” Kata Seno sambil melahap mie
“Sorrry xel gua juga waktu itu ada perlu banget makanya
buru-buru”
“dasar. Minta maaf pas gua udah bonyok, untung tetangga
gua jago urut, jadi gua gak usah mahal-mahal ke rumah sakit”
Tiba-tiba mas Jono datang meminta tagihan. Bian membayar,
begitu juga Axel yang memesan tapi malah di ambil oleh Seno, mas jono menagih
seno
“nih mas” Seno memberikan Rp 8000 kepada mas Jono
“lah kurang nih, yang kemaren-kemaren situ 20 mangkok
belum bayar” kata Mas Jono
“yah elah mas saya nggak bawa duit” melas seno jujur
“berapa sih utangnya mas?” Tanya Axel
“8000 kali 20, berarti 160.000 “
“nih bang kembaliannya ambil aja” Axel membayar hutang
Seno
“wah makasih yah de”
“heh xel lu lagi banyak duit yah? Minta dong?” kata Seno
“huuuu..!!!
minta ? , bonyok dulu lu keserempet mobil kayak gua, baru lu banyak duit”
Bel
masuk kelas berbunyi kemudian di kelas XI IPS 2 Axel, Seno, dan Bian menjadi
biang onar , karena gurunya tidak hadir mereka bisa melakukan sesuka apapun
yang mereka suka, mulai teriak tidak jelas ,dan juga usil, para penghuni kelas
itu memang sudah di cap oleh kepala sekolah.
“anak-anak
mohon perhatiannya” tiba-tiba bu Bandra masuk tapi tidak di hiraukan oleh kelas
tersebut
“ANAK-ANAK….!!!!!”
Bu Bandra teriak dan menggeprak meja agar menghentikan kegaduhan tersebut
“anak-anak
kita mendapat teman baru jadi mohon jangan berisik”
“silahkan
masuk” bu Bandra mempersilahkan seseorang masuk kemudian muncul sosok Audi yang
datang dari luar pintu kelas
“silahkan
perkenalkan nama kamu”
“dia…..??”
Axel menunjuk tangannya
“Nama
saya Claudia Larrisa Panggil aja Audi, saya pindahan dari SMA Pemuda Suci,
salam kenal” Ujar gadis itu ramah dan sopan
“Bi,
bi dia yang nabrak gua waktu…. Bi bi bi,..?” Mata Bian ,Seno dan semua
laki-laki di kelas itu tertuju pada Audi
“Audi
adalah anak orang berkelas, tidak seperti kalian yang tidak berkelas di bidang
manapun, jadi tolong jangan sampe dia terbawa oleh kelas ini, dan tolong sapa
dia” Kata Bu Bandra
“HAI
AUDI,,,………” Ucap semua para siswa kecuali Axel
“Audi
kamu boleh duduk di sebelah sana “ ucap ibu Bandra ke rah tempat duduk kosong
di samping Axel
“apa
disini bu, jangan,…. Tempat ini ada yang nempatin si kacang garing” Axel
mencoba mencegah
“Jangan
deket Axel mending di sini aja”
“Jangan
mending disini aja,…..”
Kegaduhan
pun dimulai lagi, ibu guru pun mulai menggeprak meja lagi
“BERISIK”
“Axel,
memangnya saya tidak tahu kalau teman kamu yang disamping itu kan sudah pindah
sekolah, sekarang biarkan Audi menempati tempat kosong itu”
Axel
tidak bisa mengelak, Audi tersenyum dia berjalan ,dan duduk di samping bangku
Axel, tidak terkecuali Axel yang merasa terganggu dengan kehadiran Audi di
kelas.
****************************************************************************
****************************************************************************
Sudah
lima hari sejak kepindahan Audi ke sekolah Axel, semua kelas sangat menyukai
gadis baru itu,tidak terkecuali Axel. Sekarang Axel, Bian, dan Seno sedang naik
motor masing-masing setelah pulang sekolah, tiba-tiba sebuah mobil merah
menghalangi jalan mereka.
“sial…
Mobil ini?” umpat Axel hampir menabrak mobil tersebut
Audi
turun dari mobil, begitu juga tiga konco kelas yang nakal itu turun dari sepeda
motornya.
“Hai
Audi apa kabar kangen yah sama gua,…?” Ucap Seno
“Huss
, apaan lu sen, jangan dengerin di, diamah emang rada – rada” kata Bian
memiringkan jarinya ke atas kepala
Audi
hanya tersenyum.
“gak
apa-apa kok, gue emang kangen sama kalian ber-tiga” ketika Audi berkata seperti
itu Seno kegirangan, begitu juga Bian yang menyembunyikan emosi girangnya.
“Mau
apa lu ngalangin jalan kita? Belum puas nabrak gue yang kemaren?” Kata Axel
dengan sedikit arogan.
“ya
ampun, lu itu pemarah yah?, gue kesini cuman mau minta maaf soal yang itu, kita
kan udah sekelas lima hari, gimana kalo kita makan-makan atau ke rumah gue biar
akrabin diri. Oh iya denger-denger kalian tau tempat balapan jalanan liar yang
aman yah disini, kasih tau gue yah soalnya gue udah bermasalah sama polisi, dan
pindah-pindah sekolah gara-gara itu”
“soal
balapan liar, mesin, suku cadang kita ahlinya” Bian menepuk dadanya
“ke
rumah lu ? boleh-boleh gue ikut” Seno langsung lompat
“eits….
Tunggu dulu. Lu itu cewek gak tau adat yah? Lu pikir dengan semua kekayaan lu,
dan semua yang lu miliki lu bisa ngedapetin yang lu mau apa?” ucap Axel kasar.
“xel
jangan kasar gitu donk, dia kan cuman mau gabung sama kita” kata Bian
“tau,
lu dendem cuman gara-gara diserempet doang, luka lu aja sembuh pas hari ke 2 lu
diserempet” Seno menambahkan
“Bukannya
gitu, tapi ini menyangkut harga diri sob, harga diri kita bisa di injek-injek
sama nih cewek” tunjuk Axel hampir kedepan muka Audi
“Ok,
fine, kalo gue gak boleh gabung, paling gak gue cuman mau minta maaf doang”
Audi menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan
“kali
ini gue gak sudi jabat tangan lu lagi. Cabut bro” ucap Axel menepis tangan Audi
“
xel, xel, xel” Panggil Bian mengejar sang ketua Kelas
“hehehe,
Audi kita cabut yah” Seno tersenyum kemudian mengejar Axel sambil menyebut
namanya
Audi
melamun disitu, melihat ke tiga motor itu pergi melewatinya.
“Baru
pertama kali ada yang nepis tangan gua kayak gitu” ucap Audi pelan
“Kenapa
perasaan gua jadi gak enak gini yah?”
Audi
sedikit bingung tidak mengerti, dia merasa sakit, bukan karena sakit akibat di
tepak tangannya oleh Axel, tapi sakit yang ada di hatinya, ini baru pertama
kalinya cewek itu mendapat perlakuan kasar seperti itu.
Audi
masuk ke Mobil ketika akan menghidupkan mesin mobil, tanpa sadar dia menagis
pelan, dan membenamkan mukanya di depan stir mobil, jalan nya sepi sehingga dia
menangis sangat lama di dalam mobil tanpa di ketahui oleh orang.
“kenapa
gue nangis? Gue kan cewek kuat” Audi menghapus air matanya yang terus keluar,
dia membuang nafas lalu menancap gas , pulang ke rumah.
****************************************************************************
****************************************************************************
Di
kantin Bian ,dan Seno sedang makan Mie ayam yang tidak dimakan sama sekali,
kali ini Axel yang menunjukan selera makannya yang besar
“eh
kenapa si Audi gak sekolah selama hampir dua minggu kayak gini yah” Seno
membuka pembicaraan
“tau,
udah gitu gak ada kabar lagi, (sigh) gak semangat gue” Bian mengaduk mie nya
“
eh… ggkak di makan?, buat ggue yah?” Axel bertanya sambil melahap Mie nya yang
belepotan, tanpa ekspresi mereka berdua memberikan mangkok mereka kepada Axel.
*****************************************************************************
*****************************************************************************
Axel berjalan menuju parkiran motor, dia
melihat dua orang temannya sudah siap berkendara, mengenakan jaket levis.
“OK
sob, sekarang kita mau kemana?” Tanya Axel, tetapi tak ada respon dari temannya
“sob,sob,
lu berdua kenapa?” Tanya Axel melihat temannya yang tidak biasa
“kita
udah mikir, kayaknya Audi gak masuk gara-gara lu deh xel” kata Seno
“gua,
apaan maksud lu?”
“iyah
, waktu terakhir kali kita ketemu dia, lu kan ngebentak dia, terus lu nggak mau
terima maafnya, padahal tuh cewek udah baik banget sama kita” Bian menambahkan.
“alah…..
cewek tomboy kayak dia masa ngadat cuman gara-gara gitu doang”
“woi
xel walaupun tuh cewek tomboy, tetep aja Cewek, perasaannya sensitive, KAMPRET”
Semprot Seno
Axel
mulai merasa takut, dan khawatir kalau benar Audi tidak masuk gara-gara dia,
Axel merasa sangat tidak enak.
“Terus
gua harus ngapain sob?, minta maaf ke rumahnya gitu?”
“YA
IYALAH… NYET!” kata Bian, dan Seno berbarengan
*****************************************************************************
*****************************************************************************
Audi
sedang berada di kamarnya, ada tisu yang banyak berantakan di bawah lantai,
matanya juga sedikit sembab, dia sering mengis jika membayangkan kejadian
dimana Axel tidak menerima maafnya.
“(tok
tok tok)” pembantu rumah mengetuk kamar Audi
“kenapa
bi?” Audi membukakan pintu
“Ada
tiga orang anak SMA di luar pagar mencet bel, bibi gak tahu itu temen Non Audi
apa bukan”
Audi
melihat dari jendela, dia melihat Axel,Bian,dan Seno sedang ada di luar gerbang
rumahnya.
“
Sob ini bener alamatnya?” Tanya Axel bengong melihat Halaman dan juga rumah
yang begitu luas dari luar
“kata guru BP sih gitu, gue juga gak nyangka rumah dia
kayak istana gini” kata Bian menyamakan nama alamatnya di kertas
“AUDI……AUDI….. INI GUE SENO”
Orang yang di panggil pun keluar dengan baju orange, Audi
membuka gerbang dan melihat ke-tiga orang itu tanpa ekspresi
“Audi,…? Jadi ini bener rumah lu?, wah gede banget yah?”
ucap seno Audi mencoba membalas dengan senyuman
“ada apa kalian kesini,.. bu Bandra nanyain gue?” Tanya Audi
“Iyah
dia nanyain elu, semua kelas XI nanyain elu, tapi kita punya tujuan tersendiri
datang kesini yaitu kita ……”
“Gua
mau minta maaf sama elu” Tiba-tiba Axel memotong pembicaraan Bian dan
menjulurkan tangannya
“gue
tau gue salah, gue harusnya gak belaga suci di depan lu waktu itu, semua orang
harus bisa memaafkan semua kesalahan orang, karena kita bukan Tuhan yang bisa
menghakimi seseorang” kata Axel dengan penuh wibawa
“alah…..
gayak dia bicara aja kayak orang suci nih sekarang” bisik Seno, kemudian Bian
menutup mulut Seno dengan handuk
“gue
tau, lu pasti gak mau maafin guekan? Gak apa-apa gue juga tau lu pasti marah
banget sama gue” Kata Axel pasrah kalau Audi tidak mau menerima maaf Axel
Tiba-tiba
Audi menepak tangan Axel, ke tiga orang itu kaget tak menyangka Audi membalas
perbuatan Axel. Axel tersenyum rapuh, kemudian dia ingin menaiki motornya dan
pergi dari situ. Tapi tiba-tiba Audi menahan dan menjabat tangan Axel
“
gue terima permintaan maaf elu” Kata Audi
“seeerius..?” Tanya Axel tak percaya
“sekarang
kita impas, gimana rasanya tangan lu di tepak pas mau minta maaf?” Tanya Audi
“yah,…
gak enak sih..” Axel menggaruk kepala dengan tangan kirinya
“EHHHH….
Kelamaan lu megang tangannya, bukan mahrom tau” tiba-tiba Seno mengacaukan
suasana, Audi tertawa melihat tingkah laku Seno
“jadi Audi boleh gabung sama kita kan xel?” Tanya
Bian
Axel
hanya mengangguk.
“HOREEEEE…!!!!!” Bian dan Seno girang Audi
tertawa melihat teman baru mereka menari berdua dengan konyol
“eh
di dalem aja yuk.., motornya masukin kedalam samping mobil gue” ajak Audi
Mereka
pun masuk ke dalam istana milik Audi, di dalam Seno membuat ulah banyak, tapi
Audi tidak keberatan, mereka membicarakan balapan liar yang sangat rahasia,
balapan liar yang tempatnya bisa berpindah-pindah, Axel menceritakan balapan
liar tersebut dapat di akses melalui internet yang aksesnya sangat rahasia
juga, hanya orang pintar yang bisa memecahkan kata sandi dalam domain tersebut.
Audi pun tertarik, sudah sejak lama dia ingin menjadi Ratu jalanan, Axel CS pun
sepakat mengikut sertakan Audi dalam balapan tersebut di bagian balapan mobil.
dengan bantuan Bian yang ahli computer dia mendaftarkan Audi.
“Tapi
lu harus jaga rahasia, ini gak boleh bocor sama orang sembarangan” Kata Bian
“siip,
tenang aja” Bian mencetak kartu lisensi balapan liar milik Audi, dengan resmi
dia bisa mengikuti balapan manapun.
“Sebelum
balapan lu harus bawa mobil yang rada kerenan, jangan mobil biasa, kalo bisa
mobil sport supaya bisa nyaingin yang lainnya” Kata Seno memakan keripik
kentang
“Gitu yah, gampang ntar gue pinta sama bokap gue”
“Gila bokap lu kerja apaan? Tinggal minta kayak minta
permen aja” Kata Axel
“Bokap gue jualan minyak”
“HAHAHAHAHHAHAHA” ke-tiga orang itu tertawa
“serius, minyak bumi, tau nggak, tuh makanan motor lu
sehari-hari”
“kirain gue minyak sawit, ternyata minyak bumi toh” ucap
Axel
“balik lagi ke balapan, lu mau balapan kapan?” Tanya Bian
“hmmmm? Gimana kalo sabtu malem?”
“setuju, biar rame gitu malem minggu” kata Seno
menggoyang-goyangkan kepalanya tidak jelas
“Ok,
sebelumnya besok lu musti bawa mobil yang pengen lu balapin ke sekolah, bisa
nggak?” suruh Axel
“mmmmm
bisa sih, emang kenapa besok kan jumat xel” Tanya Audi
“Lu
musti ketemu ahli montir kita sebelum balapan” kata Axel
*****************************************************************************
*****************************************************************************
Ke
esokan harinya sepulang sekolah, Audi dan Axel CS pergi ketempat bengkel yang
bernama bengkel Kebut di daerah tak jauh dari sekolahan mereka, Audi membawa
mobil sport merah yang di pesannya dan baru dateng tadi malem, sementara
ke-Tiga temannya menaiki motor besar mereka masing-masing.
“ini
tempatnya, gini amat, bisa menang gak nih mobil gue?” Tanya Audi kepada Axel
“
tenang aja lu tinggal diem dan balapan” ucap Axel
Tiba-tiba
seorang perempuan berbaju montir dengan rambut di ikat ,juga di penuhi cemong
oli di pipinya datang menghampiri
“Hei
Bro, tumben dateng, mau balapan lagi
nih” ucap cewek itu
“Via,
kenalin ini Audi orang yang gue ceritain di telepon tadi malem” Axel
memperkenalkan mereka masing-masing
“Owh,..
Hei gue Via,” Via tersenyum
“Audi”
begitu pula Audi membalas senyum Via
“Via
ini anak STM, dia buka usaha bengkel sama bokapnya udah lama, jadi pasti
terjamin” Axel menjelaskan
“Jadi
ini mobilnya? Wah kalo gini sih elu bisa menang terus” kata Via memperhatikan
setiap sudut mobil Audi
“masa
?, tapi sebenarnya gue gak ngerti mesin jadi tolong dandanin yang rapih yah”
pinta Audi
Audi
sudah mulai bisa akrab dengan Via, mereka menceritakan manyak kegemarannya
dalam bidang otomotif, Axel CS membantu Via untuk membongkar mesin dan
mengganti beberapa mesin, keakraban pun mulai di dapat ketika itu juga.
*****************************************************************************
*****************************************************************************
Hari
dimana Audi balapan, mereka ke tempat balapan Rahasia yang sudah Ramai di penuhi
mobil bagus, dan motor keren. Audi dan Via turun dari mobil , begitu juga Axel
CS yang mendampingi mobil Audi dengan Motor
Seseorang
menghampiri mereka bersama gerombolannya
“Axel,
Axel, Axel, belum kapok lu sama kejadian motor lu tempo dulu, sekarang lu mau
apa? Balapan lagi?” Tanya pria itu dengan sombong
“
Diem lu Ren, waktu itu motor gue lagi kurang sehat”
“oh
sekarang lu punya temen baru? Wow dia cantik yah? Mending lu gabung sama kita
dari pada sama looser kayak mereka” kata pria itu mencoba tebar pesona
“Woi
Rendi, Audi pembalap baru kita, lu bakal kalah kalo balapan sama dia” tantang
Seno
“masa..?,
ok gini aja. Kita balapan terus yang kalah nurutin apa kata yang menang
gimana?” Tanya Pria itu dengan santai
“Boleh”
Audi menjawab dengan senyum, dan tenang
“Audi…!”
Axel, dan Bian berbicara berbarengan
“Kalo
gue menang gue boleh dapetin lu sama mobil lu yah?, dan gue boleh ngelakuin
semua hal yang gue suka ke elu gimana cantik?” Tanya Rendi
“Ngomong
apa lu barusan, dasar Jahanam biar gua kasih pelajaran lu,…” Audi menahan
kemarahan Axel, dia menahan Axel agar tidak menghampiri Rendi dengan tangannya
“Kalo
gue menang, gue pengen nge bakar mobil lu yah, soalnya gue belum pernah ngeliat
mobil kebakar sih?” ucapan Audi membuat semua orang terdiam
“hhhhmmm
hahahahahahaa……. Ok. gua suka cewek kayak elu, ok kalo lu menang lu boleh
ngelakuin apapun, Lu semua yang disini saksinya yah?” Rendi menunjuk semua
orang disitu.
*****************************************************************************
*****************************************************************************
Balapan
akan segera di mulai, Audi dan Rendi men tes mesin mereka masing-masing
“denger
di, ini satu lap. cuman bulak balik kesana doang, lu cuman perlu konsentrasi. Ngerti?”
“iya
gue ngerti Axel” kata Audi masih dengan ekspresi tenang
“Lu
harus menang di”ucap Bian
Balapan
pun akan dimulai ke dua mobil saling menderukan mesin,
“3,2,1
GO!”
Ketika
lampu sudah hijau tanda balapan di mulai ,Rendi menancap gas meninggalkan Audi,
sementara Audi masih terdiam tidak melakukan apa-apa.
“Audi
lu gila apa? Si Rendi udah duluan ninggalin elu!!!” Axel teriak Stress memegang
kepalanya
“huh ?,
tau gue, cerewet banget sih elu xel” Audi langsung menancap gas dan mulai
mengejar Rendi
“gawat
bisa-bisa yayang Audi kalah” ucap Seno memegang kedua pipinya
“lebay
lu, gara-gara lu nih, pake nantangin si Rendi segala” Bian memarahi Seno
“Kalian
tenang aja, Audi pasti menang koq” ucap Via tenang
“dari
pertama gue ngobrol sama dia, jelas dia bukan orang sembarangan, dia certita ke
gue, dan tahu cara semua tehnik mengemudi, yah walaupun dia nggak ngerti sama
mesin, belum lagi mesin yang kita pake ke mobil dia bagus banget dan cocok sama
mobilnya, jadi tenang aja xel” Via menambahkan Walaupun begitu tetap saja Axel
merasa cemas
Audi
menggas mobil dan mengotak-atik kopling dan gigi tersebut, dengan tenang cewek
itu mulai mendekati mobil Rendi, dan pada saat putaran balik dia mendrift
mobilnya sebelum mobil Rendi melakukan Drift untuk putar balik. mobil mereka pun
saling bersampingan. Mobil Audi melewati mobil Rendi dalam putaran Drift
“apaan?”
Rendi melihat keluar jendela terlihat Audi mengkedipkan matanya
“Bye”
kata Audi dengan senyum
Dengan
cepat Audi Menggas mobilnya sehingga mobil Rendi tertinggal, Mobil Audi finish,
dan dia memenangkan pertandingan
“HOREEEE…..!!!
AUDI MENANG!!!!” Seno kegirangan, begitu juga Bian
Axel
tidak percaya dengan keahlian Gadis itu, dia masih bengong sampai melihat Audi
turun dari mobil, Audi tersenyum kepadanya
“apa
gue bilang dia pasti menang xel,” ucap Via
Via
langsung menghampiri Audi Begitu juga dengan Seno dan Bian , tepuk tangan pun
datang menyoraki Gadis itu.
“Diiia
menang….” Gagap Axel
Tak
lama mobil Rendi datang, dia keluar dengan malu dikalahkan oleh seorang
perempuan
“BAKAR…BAKAR….BAKAR…BAKAR….BAKAR”
ucap Seno kemudian di ikuti oleh semua orang yang ada di Arena balap itu, semua
orang berkata seperti itu bahkan orang-orang yang mengikuti Rendi.
“jangan
lah sob, lu bercanda kan tadi, gue juga cuman bercanda koq sama omongan gue
yang tadi”
Axel
datang menghampiri Audi melihat Rendi yang sujud memelas, Audi melihat Axel
“gimana
nih xel?”
Axel
mengangkat tangannya
******************************************************************************
******************************************************************************
“JANGAN
GUE MOHON…… JANGAN…….!!!”
Rendi
di pegangi oleh sekolompok orang, agar melihat pembakaran mobilnya
“nikmatin
nih Ren pemandangan mobil lu yang mau di ngaben” kata Seno sambil mensuntrungi
kepala Rendi
“lu
udah siap” Tanya Axel sambil menyalakan korek api gas
“siap”
Audi mengambil korek api tersebut, dan melemparnya ke tempat bensin mobil
tersebut
Kemudian
mereka berdua berlari sambil tertawa, berpegangan tangan menjauh dari mobil
Rendi
“(BANG….!!!!!)”
Ledakan
besar pun muncul
Semua
orang melihat pemandangan itu dengan gembira, dan tawa kecuali Rendi yang menangis, tapi
sayang tak lama suara sirine polisi datang
“POLISI!!!
POLISI!!!!”
Audi
dan Via langsung masuk ke mobil begitu juga Axel CS yang menaiki Motor mereka
“Semuanya
ikutin gue” Axel menyuruh
Audi,
dan 2 motor temannya mengikuti motor Axel, mereka kabur dari kejaran polisi
Axel
membawa mereka sampai di depan jalan dan sampai di depan rumah Audi
“Gila
si Rendi mewek kayak bocah tadi” Seno melepas helm
“Waaahhhhhh
GILA Banget malem ini, kita di kejar polisi” ucap Audi senang
“Yaudah
deh mending lu pulang tuh kerumah, biar Via kita yang anter
“Audi
nanti balapan lagi yah, seru banget” Ucap Via
“ok,
kita ngumpul lagi ntar” Audi menaikan jempolnya
Via
keluar ,dan menaiki motor Bian
“Yaudah
deh dari pada ada polisi lagi, langsung cabut aja” Bian menggas motornya
“Audi
Seno pulang dulu yah”
“iyah
dadah Seno” kata Audi dengan senyum, Seno menggas motornya
Axel
akan menyusul, tapi tiba-tiba Audi memanggil
“Axel”
“apa?”
Dia
mengepalkan tangannya ke depan Axel
“Hati-hati”
ucap Audi
“Ok”
Axel meninju tangan Audi pelan, gaya tos anak gaul
“Oh
iyah , lu tetep Pengendara GILA Audi” kata Axel dengan Senyum
Audi
tersenyum, kemudian Axel menggas motornya mengejar temannya. Semenjak kejadian
itu Audi menjadi orang yang selalu tersenyum, dia sudah mulai bisa mempunyai
banyak teman, yang hobinya sama dengannya, tak jarang juga Audi ikut-ikutan
rusuh sama Axel di kelas kalo bu Bandra lagi ngajar, balapan liar terus di tekuni,
sampai mereka bisa menjadi penguasa jalanan.