Dari : Situs Alfi

Minggu, 13 November 2016

Perbandingan Tes IQ

Analisis Tes IQ Manual dan Tes IQ berbasis Komputer



KELAS : 4PA10
                       
Rizka Septa Anugrah                                              ( 17513902 )






UNIVERSITAS GUNADARMA
2016/2017
Tes IQ manual
Merupakan tes IQ yang di dasari oleh psikologi secara manual tanpa bantuan komputer dalam mengetesnya, antara lain
1.      Binet
Untuk usia 2-23 tahun
Tes yang dibuat oleh Binet-Henri berfokus pada:
-          Memory
-          Mental images
-          Imagination
-          Attention
-          Comprehension
-          Suggestibility
-          Aesthetic appreciation
-          Moral sentiments
-          Muscular force and force of will
-          Acuity of observation
Seri Binet banyak mendapat kritik, karena:
1.      Terlalu menekankan pada tes verbal dan memori
2.      Tes terlalu sedikit
3.      Hanya ada skor (IQ) untuk menunjukan kompleksitas kognitif
4.      Tidak dapat mengukur kemampuan kreatif
5.      Tidak cocok untuk orang dewasa
Seri Binet juga kelebihan, yaitu:
-          Dibuat berdasarkan teori kecerdasan modern
-          Mengukur beragam area kecerdasan
-          Dapat diaplikasikan pada rentang usia yang luasnya usia 2 tahun keatas
-          Reliabilitas dan validitas kuat
-          Dapat mengukur kemampuan seseorang sampai titik tertinggi dapat digunakan untuk membedakan anak giftesd
-          Mengukur STM secara eksplisit

2.      Weschler (WAIS, WISC)
Tes seri Weschler terbagi ke dalam:
1.      Tes verbal:
-          Information
-          Comprehension
-          Digit span
-          Arithmetic
-          Similarities
-          Vocabulary
2.      Tes performance:
-          Picture arrangement
-          Picture completion
-          Block design
-          Object assembly
-          Digit score
-          Maze
3.      Raven Progressive Matrices
Seri tes Raven terdiri dari 3 macam, yaitu:
1.      Standard Progressive Matrices
-          Aspek yang diukur: tes SPM mengukur kecerdasan orang dewasa, yang paling banyak diungkap adalah faktor general
-          Tujuan : tes SPM untuk mengukur dan menggolongkan tingkat kecerdasan umum dari subyek
-          Penyajian : penyajian tes dapat secara individual maupun secara kelompok. Dalam penyajian kelompok sebaiknya setiap 1 tester maksimum menangani 30 orang.
-          Bentuk yang tersedia: bentuk buku dengan ukuran kuarto di mana masing-masing lembar memuat satu butir soal dan kemungkinan jawaban yang benar
2.      Coloured progressive matrices
-          Aspek yang diukur: Raven berpendapat bahwa tes CPM dimaksudkan untuk mengungkapkan aspek-aspek:
a.       Berpikir logis
b.      Kecakapan pengamatan ruang
c.       Kemampuan untuk mencari dan mengerti hubungan antara keseluruhan dan bagian-bagian, jadi termasuk kemampuan analisa dan kemampuan
d.      Kemampuan berpikir secara analogi
-          Tujuan  
Tes CPM dapat dipergunakan untuk mengungkapkan taraf kecerdasan bagi anak-anak yang berusia 5 sampai 11tahun. Di samping itu juga digunakan untuk orang-orang yang lanjut usia dan bahkan untuk anak-anak
-          Bentuk yang tersedia: bentuk tes CPM ada 2 macam yaitu berbentuk cetakan buku dan yang lainnya berbentuk papan dan gambar-gambarnya tidak berbeda dengan yang di buku cetak. Keduanya di cetak  bewarna. Materi tes terdiri dari 36 item/gambar. Item ini dikelompokan menjadi 3 kelompok atau 3 set yaitu set A, set Ab, dan set B.
-          Item disusun  bertingkat dari item yang mudah ke item yang sukar. Tiap item terdiri dari sebuah gambar besar yang berlobang dan dibawahnya terdapat 6 gambar penutup. Tugas testi adalah memilih salah satu diantara gambar ini yang tepat untuk menutupi kekosongan pada gambar besar.
3.      Advanced Progressive Matrices
-          Penyajian : tes APM dapat disajikan secara individual maupun secara klasikal. Dalam hal penyajian secara klasikal, harap diperhatikan jumlah testi yang ditangani oleh seorang tester
-          Bentuk yang tersedia : tes APM terdiri atas 2 set bentuknya non-verbal. Set I disajikan dalam buku tes set I berisikan 12 butir soal tes. Set II berisikan 36 butir soal tes dalam buku soal tes ke II.
4.      CFIT (Culture Fair Intelligence Test
CFIT adalah tes yang mengukur tingkat intelegensi seseorang. Secara umum tingkat intelegensia dapat mempengaruhi bagaimana daya tangkap dan sensitivitas seseorang dalam mengatasi sebuah masalah yang dihadapi
5.      IST (Intelligence Structure Test)
Tes IST digunakan untuk mengungkap kecerdasan sebagai kepandaian atau kemampuan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Intelegensi terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan secara bermakna dan sebagai suatu gestalt. Struktur intelegensi tertentu menggambarkan pola bekerja yang tertentu yang akan cocok dengan tuntutan pekerjaan atau profesi tertentu. Adapun tes yang digunakan akan meliputi Sembilan faktor intelegensi yang terdapat dalam IST yaitu
1.      Common sense, yaitu kemampuan berpikir konkret praktis sehingga memperoleh pandangan umum dan realistis
2.      Verbalisasi ide, yaitu merupakan kecakapan dalam mengolah dan mengintegrasikan suatu gagasan pemikiran yang bersikap verbal
3.      Sistematika berpikir, yaitu merupakan kelincahan berpikir dalam menangkap suatu hubungan asosiasi antara gejala satu dengan gejala lain dengan logika yang sistematis
4.      Penalaran dan solusi real, penalaran dan solusi real merupakan kecakapan dalam memahami suatu inti persoalan secara mendalam dari dua gejala, sehingga mampu melakukan penalaran secara logis dan merumuskan suatu hasil yang realistis
5.      Konsentrasi, yaiti kemantapan dalam memusatkan perhatian dalam memecahkan suatu persoalan
6.      Logika praktis, logika praktis merupakan kecakapan dalam memecahkan masalah secara logis dan runtut dengan cara praktis dan sederhana
7.      Fleksibilitas berpikir, merupakan cara pendekatan berpikir yang bervariasi, tidak terpaku pada satu metode saja dan cakap menganalisis informasi secara factual
8.      Imajinasi kreatif, merupakan kecakapan mencari alternative pemecahan masalah secara kreatif melalui upaya membayangkan hubungan gejala secara menyeluruh
9.      Antisipasi merupakan kecakapan dalam memprediksi suatu kejadian (akibat) dan mampu mengenali akan adanya gejala-gejala perubahan
Tes IQ berbasis komputer Online
Merupakan tes IQ yang menggunakan teknologi mobile sebagai media untuk mendapatkan hasil tes. Tes IQ ini digunakan seiring berjalannya waktu bertambah canggihnya teknologi agar memudahkan masyatakat dalam melakukan tes Psikologi, yang dimana tes ini juga dapat ditemukan dalam media online.

Salah satu contohnya adalah Tes Computerized Adaptive Testing

CAT Adalahtes yang memadukan komputer dan teori psikometri modern (IRT)  yang dapat menghasilkan metode pengetesan yang bersifat adaptif, yaitu dapat menyesuaikan dengan kemampuan peserta, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia. Alat ini di kembangkan oleh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Aries Yulianto, M.Si
     
Computerized Adaptive Test adalah sistem pengujian  berbasis komputer dimana butir  soal  yang diberikan kepada  peserta tes disesuaikan dengan kemampuan peserta tes (Ozyurt dkk, 2013). Dalam CAT, peserta tes mengerjakan sejumlah butir soal sesuai dengan kemampuannya secara  berulang kali sampai diperoleh kesalahan baku pengukuran SE(θ) yang semakin konstan serta harga mutlak selisih SE(θ) antar perulangan penyajian soal yang semakin kecil.
Jika nilai SE(θ)sudah diperoleh, maka proses pengerjaan soal dapat dihentikan. Cara penghentian penyajian soal ini disebut dengan stopping rule  (Samsul Hadi, 2013). Untuk mendapatkan nilai kesalahan baku pengukuran SE(θ)dan nilai selisih SE(θ)adalah dengan menggunakan rumus persamaan sebagai berikut :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjIB0AJft9yh7FohZ4uEEkLnvLvIW-XnkB_RJqkMrs1_mTZbxYXpSZDne0dOqtFJkLVYQ_0nN1ns0il5Iz6fEmw7Z84sJaiaX1qNWUQuLB6gSNYgCAZwLPsyLzazpr_Zs-MJ65aGw6heUi/s1600/s.JPGImage result for Computerized Adaptive Testing

Kelebihan tes IQ manual adalah memiliki daya Validitas yang kuat serta terjamin dengan prosedur yang ada, karena pelaksanaannya dilakukan oleh manusia, namun kekurangannya membutuhkan waktu yang lama dalam hal skoring dan pelakasanaan tes tersebut dapat memakan waktu yang cukup lama


Kekurangan tes IQ berbasis komputer adalah menghemat tenaga, karena pelaksanaan tes hanya dilakukan di komputer jadi pihak yang melakukan tes tidak membutuhkan tester, selain itu tes ini sangat mudah dalam di pahami, karena prosedurnya tidak rumit apalagi tes ini tidak memakan waktu yang lama pada saat skoring. Namun kekurangan dari tes ini adalah tes ini bisa dibilang kurang Valid, belum lagi yang menghitung tes ini adalah mesin bisa jadi ada kemungkinan error dalam melakukan tes

Tidak ada komentar:

Posting Komentar