Analisis Tes IQ Manual dan Tes IQ berbasis Komputer

Rizka Septa Anugrah ( 17513902 )
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016/2017
Tes
IQ manual
Merupakan tes IQ yang
di dasari oleh psikologi secara manual tanpa bantuan komputer dalam mengetesnya,
antara lain
1. Binet
Untuk
usia 2-23 tahun
Tes
yang dibuat oleh Binet-Henri berfokus pada:
-
Memory
-
Mental images
-
Imagination
-
Attention
-
Comprehension
-
Suggestibility
-
Aesthetic appreciation
-
Moral sentiments
-
Muscular force and force of will
-
Acuity of observation
Seri Binet banyak
mendapat kritik, karena:
1.
Terlalu menekankan pada tes verbal dan memori
2.
Tes terlalu sedikit
3.
Hanya ada skor (IQ) untuk menunjukan kompleksitas
kognitif
4.
Tidak dapat mengukur kemampuan kreatif
5.
Tidak cocok untuk orang dewasa
Seri Binet
juga kelebihan, yaitu:
-
Dibuat berdasarkan teori kecerdasan modern
-
Mengukur beragam area kecerdasan
-
Dapat diaplikasikan pada rentang usia yang luasnya usia
2 tahun keatas
-
Reliabilitas dan validitas kuat
-
Dapat mengukur kemampuan seseorang sampai titik tertinggi
dapat digunakan untuk membedakan anak giftesd
-
Mengukur STM secara eksplisit
2. Weschler (WAIS, WISC)
Tes
seri Weschler terbagi ke dalam:
1.
Tes verbal:
-
Information
-
Comprehension
-
Digit span
-
Arithmetic
-
Similarities
-
Vocabulary
2.
Tes performance:
-
Picture arrangement
-
Picture completion
-
Block design
-
Object assembly
-
Digit score
-
Maze
3. Raven Progressive Matrices
Seri
tes Raven terdiri dari 3 macam, yaitu:
1.
Standard Progressive Matrices
-
Aspek yang diukur: tes SPM mengukur kecerdasan orang
dewasa, yang paling banyak diungkap adalah faktor general
-
Tujuan : tes SPM untuk mengukur dan menggolongkan
tingkat kecerdasan umum dari subyek
-
Penyajian : penyajian tes dapat secara individual
maupun secara kelompok. Dalam penyajian kelompok sebaiknya setiap 1 tester
maksimum menangani 30 orang.
-
Bentuk yang tersedia: bentuk buku dengan ukuran kuarto
di mana masing-masing lembar memuat satu butir soal dan kemungkinan jawaban
yang benar
2.
Coloured progressive matrices
-
Aspek yang diukur: Raven berpendapat bahwa tes CPM
dimaksudkan untuk mengungkapkan aspek-aspek:
a.
Berpikir logis
b.
Kecakapan pengamatan ruang
c.
Kemampuan untuk mencari dan mengerti hubungan antara
keseluruhan dan bagian-bagian, jadi termasuk kemampuan analisa dan kemampuan
d.
Kemampuan berpikir secara analogi
-
Tujuan
Tes CPM dapat dipergunakan untuk
mengungkapkan taraf kecerdasan bagi anak-anak yang berusia 5 sampai 11tahun. Di
samping itu juga digunakan untuk orang-orang yang lanjut usia dan bahkan untuk
anak-anak
-
Bentuk yang tersedia: bentuk tes CPM ada 2 macam yaitu
berbentuk cetakan buku dan yang lainnya berbentuk papan dan gambar-gambarnya
tidak berbeda dengan yang di buku cetak. Keduanya di cetak bewarna. Materi tes terdiri dari 36
item/gambar. Item ini dikelompokan menjadi 3 kelompok atau 3 set yaitu set A,
set Ab, dan set B.
-
Item disusun
bertingkat dari item yang mudah ke item yang sukar. Tiap item terdiri
dari sebuah gambar besar yang berlobang dan dibawahnya terdapat 6 gambar
penutup. Tugas testi adalah memilih salah satu diantara gambar ini yang tepat
untuk menutupi kekosongan pada gambar besar.
3.
Advanced Progressive Matrices
-
Penyajian : tes APM dapat disajikan secara individual
maupun secara klasikal. Dalam hal penyajian secara klasikal, harap diperhatikan
jumlah testi yang ditangani oleh seorang tester
-
Bentuk yang tersedia : tes APM terdiri atas 2 set
bentuknya non-verbal. Set I disajikan dalam buku tes set I berisikan 12 butir
soal tes. Set II berisikan 36 butir soal tes dalam buku soal tes ke II.
4. CFIT (Culture Fair Intelligence Test
CFIT
adalah tes yang mengukur tingkat intelegensi seseorang. Secara umum tingkat
intelegensia dapat mempengaruhi bagaimana daya tangkap dan sensitivitas
seseorang dalam mengatasi sebuah masalah yang dihadapi
5. IST (Intelligence Structure Test)
Tes
IST digunakan untuk mengungkap kecerdasan sebagai kepandaian atau kemampuan
untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Intelegensi terdiri dari
bagian-bagian yang saling berhubungan secara bermakna dan sebagai suatu gestalt.
Struktur intelegensi tertentu menggambarkan pola bekerja yang tertentu yang
akan cocok dengan tuntutan pekerjaan atau profesi tertentu. Adapun tes yang
digunakan akan meliputi Sembilan faktor intelegensi yang terdapat dalam IST
yaitu
1.
Common sense, yaitu kemampuan berpikir konkret praktis
sehingga memperoleh pandangan umum dan realistis
2.
Verbalisasi ide, yaitu merupakan kecakapan dalam
mengolah dan mengintegrasikan suatu gagasan pemikiran yang bersikap verbal
3.
Sistematika berpikir, yaitu merupakan kelincahan
berpikir dalam menangkap suatu hubungan asosiasi antara gejala satu dengan
gejala lain dengan logika yang sistematis
4.
Penalaran dan solusi real, penalaran dan solusi real
merupakan kecakapan dalam memahami suatu inti persoalan secara mendalam dari dua
gejala, sehingga mampu melakukan penalaran secara logis dan merumuskan suatu
hasil yang realistis
5.
Konsentrasi, yaiti kemantapan dalam memusatkan
perhatian dalam memecahkan suatu persoalan
6.
Logika praktis, logika praktis merupakan kecakapan
dalam memecahkan masalah secara logis dan runtut dengan cara praktis dan
sederhana
7.
Fleksibilitas berpikir, merupakan cara pendekatan
berpikir yang bervariasi, tidak terpaku pada satu metode saja dan cakap
menganalisis informasi secara factual
8.
Imajinasi kreatif, merupakan kecakapan mencari
alternative pemecahan masalah secara kreatif melalui upaya membayangkan
hubungan gejala secara menyeluruh
9.
Antisipasi merupakan kecakapan dalam memprediksi suatu
kejadian (akibat) dan mampu mengenali akan adanya gejala-gejala perubahan
Tes
IQ berbasis komputer Online
Merupakan tes IQ yang
menggunakan teknologi mobile sebagai
media untuk mendapatkan hasil tes. Tes IQ ini digunakan seiring berjalannya
waktu bertambah canggihnya teknologi agar memudahkan masyatakat dalam melakukan
tes Psikologi, yang dimana tes ini juga dapat ditemukan dalam media online.
Salah satu contohnya adalah Tes Computerized Adaptive
Testing
CAT Adalahtes yang
memadukan
komputer dan teori psikometri modern (IRT) yang dapat menghasilkan metode
pengetesan yang bersifat adaptif, yaitu dapat menyesuaikan dengan kemampuan
peserta, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia. Alat ini di kembangkan oleh Dosen Fakultas
Psikologi Universitas Indonesia, Aries Yulianto, M.Si
Computerized Adaptive Test
adalah sistem pengujian berbasis komputer dimana butir
soal yang diberikan kepada peserta tes disesuaikan dengan
kemampuan peserta tes (Ozyurt dkk, 2013). Dalam CAT, peserta tes mengerjakan
sejumlah butir soal sesuai dengan kemampuannya secara berulang kali
sampai diperoleh kesalahan baku pengukuran SE(θ) yang semakin konstan serta
harga mutlak selisih SE(θ) antar perulangan penyajian soal yang semakin kecil.
Jika nilai SE(θ)sudah
diperoleh, maka proses pengerjaan soal dapat dihentikan. Cara penghentian
penyajian soal ini disebut dengan stopping rule (Samsul Hadi,
2013). Untuk mendapatkan nilai kesalahan baku pengukuran SE(θ)dan nilai
selisih SE(θ)adalah dengan menggunakan rumus persamaan sebagai berikut :
Kelebihan tes IQ manual
adalah memiliki daya Validitas yang kuat serta terjamin dengan prosedur yang
ada, karena pelaksanaannya dilakukan oleh manusia, namun kekurangannya
membutuhkan waktu yang lama dalam hal skoring dan pelakasanaan tes tersebut
dapat memakan waktu yang cukup lama
Kekurangan tes IQ
berbasis komputer adalah menghemat tenaga, karena pelaksanaan tes hanya
dilakukan di komputer jadi pihak yang melakukan tes tidak membutuhkan tester,
selain itu tes ini sangat mudah dalam di pahami, karena prosedurnya tidak rumit
apalagi tes ini tidak memakan waktu yang lama pada saat skoring. Namun
kekurangan dari tes ini adalah tes ini bisa dibilang kurang Valid, belum lagi
yang menghitung tes ini adalah mesin bisa jadi ada kemungkinan error dalam
melakukan tes


Tidak ada komentar:
Posting Komentar