Dari : Situs Alfi

Minggu, 01 Mei 2016

tugas softskill teknik terapi humanistik

1. Person Centered Therapy
    Pendekatan person centered therapy merupakan bagian dari aliran psikologi Humanistik yang       dikembangkan oleh Carl Ransom Rogers pada awal tahun 1940-an. Sebagai bagian dari psikologi humanistik, maka pendekatan ini muncul karena adanya reaksi dari orientasi reduksionistik dalam teori psikoanalisis dan behavioristik. lebih lanjut, perkembangan pendekatan humanistik yang berakar di amerika menekankan pada kebebasan, subjektivitas, berkembang searah dengan kaum eksistensialis dan di gabungkan dengan pola pikir optimistik rakyat Amerika. Hjelle & Ziegler (1994) mengungkapkan bagian dari teori humanistik, terapi pada dasarnya ada tiga perbedaan mendasar diantara keduanya.
    Pada awalnya, konseling yang berkembang pada saat itu menggunakan nama konseling nondirektif (nondirektif counseling) yang dikembangkan oleh para ahli psikologi perilaku dan psikologi analitis. pendekatan yang diperkenalkan oleh Rogers berorientasi pada psikoterapi. Pendekatan konseling nondirektif ini menjadi sangat populer karena: (a) secara historis lebih terikat pada bidang psikologi daripada kedokteran; (b) mudah dipelajari; (c) untuk menggunakannya dibutuhkan sedikit pengetahuan mengenai diagnosis dan dinamika kepribadian ; dan (d) lamanya perawatan lebih singkat dibandingkan dengan aliran lain, seperti psikoanalisis (Rogers, dalam Suryabrata, 1988)



http://www.minddisorders.com/photos/person-centered-therapy-782.jpg

    Pada tahun 1976, perkembangan teori Rogers mulai tampak. Hal ini dapat terlihat dari semakin banyaknya peminat dan pengguna teori client centered dan semakin meluasnya konseli. Hal ini mengarahkan Rogers untuk lebih banyak berhubungan dengan pasangan-pasangan muda, keluarga, administrator, kelompok minoritas, antar budaya, serta hubungan nasional. Menyadari meluasnya penggunaan teori ini, maka Rogers mengganti istilah Client menjadi Person. Hal ini dilakukan Rogers sebagai perwujudan penghargaan terhadap hakikat manusia. dengan demikian, pendekatan ini lebih dikenal dengan Person Centered Approach. pendekatan ini berusaha untuk memahami secara penuh terhadap keunikan dan subjektivitas pengalaman konseli. selain itu, penggunaan kata konseli sering dikonotasikan sebagai orang yang tidak sehat/sakit, Rogers menolak hal ini.

2. Gestalt Therapy
     Terapi ini diperkenalkan oleh Frederick (Fritz) Salomon Perls (1983-1970). Gestalt dalam bahasa Jerman mempunyai arti bentuk, wujud atau organisasi. Kata itu mengandung pengertian kebulatan atau keparipurnaan. Lebih lanjut Simkin dalam (Gilliland, 1989) menyatakan bahwa kata Gestalt mempunyai makna keseluruhan  (Whole) atau konfigurasi (configuration). dengan demikian Perls, lebih mengutamakan adanya integrasi bagian-bagian terkecil kepada suatu hal yang menyeluruh. Integrasi ini merupakan hal penting dan menjadi fungsi dasar bagi manusia.

https://www.psychotherapy.net/data/uploads/l4eb8571b76348.jpg
     Tujuan dasar konseling dalam terapi ini adalah untuk meraih kesadaran (awareness), terhadap apa yang sedang dialami oleh konseli dan kemudian konseli bertanggung jawab terhadap apa yang dirasakan, dipikirkan dan dikerjakan. untuk itu, maka terapi ini lebih mengutamakan keadaan di sini, dan saat ini (here and now)



Sumber:
Hartono, S. B. (2012) Psikologi konseling. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Tidak ada komentar:

Posting Komentar