Dari : Situs Alfi

Selasa, 22 April 2014

Himpunan (matematika)



Himpunan (matematika)

Dalam matematika bilangan seperti halnya titik, garis, dan bidang merupakan konsep awal (primitive concept), yakni unsur yang bersifat mendasar, sering dipakai tetapi tidak pernah dapat didefinisikan secara tepat. Sehingga bila ditanyakan apakah bilangan itu? Jawabnya tak akan pernah tepat dan selalu saja dapat didebat. Tetapi jika yang ditanyakan adalah bilangan asli, atau bilangan cacah, jawabannya jelas dan tertentu. Bilangan asli (bilangan ordinal) misalnya ialah bilangan yang dimulai dari satu, dua, tiga, dan seterusnya hingga tak terbatas. Bilangan cacah (bilangan kardinal) adalah bilangan yang dimulai dari nol, satu, dua, tiga dan seterusnya hingga tak terbatas. Bilangan bulat ialah bilangan yang tidak pecahan, dapat positif, nol, maupun negatip. Bilangan rasional ialah bilangan yang terdiri dari bilangan bulat maupun bilangan pecah, yakni bilangan yang dapat dinyatakan sebagai pembagian dua bilangan bulat. Bilangan real ialah bilangan yang memuat bilangan rasional dan bilangan irrasional (tak rasional). Sedangkan bilangan kompleks ialah bilangan yang memuat bilangan real dan bilangan tak real (imaginer). Dalam diagram Venn gambarannya adalah sebagai berikut. 
A : himpunan bilangan asli C : himpunan bilangan cacah B : himpunan bilangan bulat Q : himpunan bilangan rasional R : himpunan bilangan real Z : himpunan bilangan kompleks  
atau A = {1, 2, 3, 4, …, } C = {0, 1, 2, 3, 4, …} B = { …, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, …} Q = { b axx = dengan a, b, B} R = {x| x = a, d1 d2d3d4 … dengan a B dan d1, d2, d3, ….  adalah digit yang nilainya 0, 1, 3, …, atau 9} Z = {x|x = a + bi dengan a, b R dan i 1 − } 
Dalam matematika, himpunan adalah segala koleksi benda-benda tertentu yang dianggap sebagai satu kesatuan. Walaupun hal ini merupakan ide yang sederhana, tidak salah jika himpunan merupakan salah satu konsep penting dan mendasar dalam matematika modern, dan karenanya, studi mengenai struktur kemungkinan himpunan dan teori himpunan, sangatlah berguna.


 Contoh penerapan:


 Pada sebuah kelas yang terdiri atas 46 siswa dilakukan pendataan pilihan ekstrakurikuler. Hasil sementara diperoleh 19 siswa memilih Pramuka, 23 siswa memilih Dokcil, dan 16 siswa belum menentukan pilihan. Tentukan banyaknya siswa yang hanya memilih Dokcil saja dan Pramuka saja. 


 


Penyelesaiannya:
Siswa yang memilih Pramuka dan Dokcil adalah:
n{AΛB} = (n{A} + n{B}) - (n{S} - n{X})
n{AΛB} = (19 + 23) – (46 – 16)
n{AΛB} = 12

Siswa yang memilih Pramuka saja = 19 - 12 = 7 orang
Siswa yang memilih Dokcil saja = 23 - 12 = 11 orang








Tidak ada komentar:

Posting Komentar